Rabu, 08 Juli 2026

Sorot Polemik Jalur Prestasi, APM Terima Penjelasan dan Akses Data SPMB SMAN 3 Prabumulih

PRABUMULIH – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), khususnya jalur prestasi dengan metode pembobotan nilai dan peringkat, masih menyisakan diskusi serta keluhan berulang di kalangan masyarakat. Setiap tahun muncul kekhawatiran terkait kesulitan calon siswa diterima di sekolah unggulan, terutama jenjang SMA dan SMK negeri yang berada di bawah wewenang Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan.

Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Prabumulih Menggugat (APM) Adi Susanto didampingi Sekretaris Jenderal Rendi Barlendo melaksanakan audiensi resmi ke SMAN 3 Prabumulih.

Rombongan diterima langsung oleh Kepala SMAN 3 Prabumulih Freni Listiyan bersama Wakil Kepala Sekolah Alen Aliska. Pihak sekolah menyambut baik kedatangan tersebut dan bersedia mendengarkan berbagai masukan serta catatan masyarakat terkait pelaksanaan SPMB tahun berjalan dengan sikap terbuka.

Sebagai bukti nyata keterbukaan informasi, SMAN 3 Prabumulih memberikan akses dan memaparkan data lengkap proses penerimaan siswa baru kepada tim APM. Langkah ini diambil untuk menjawab keraguan publik serta membuktikan bahwa seleksi berjalan dengan prinsip akuntabel.

Kepala Sekolah Freni Listiyan menjelaskan bahwa terdapat perbedaan mekanisme serta persentase kuota penerimaan dibandingkan sekolah negeri lain, mengingat status SMAN 3 Prabumulih sebagai sekolah berasrama yang ditetapkan secara resmi melalui Surat Keputusan Gubernur Sumatera Selatan.

“Pada tahun ini, terdapat empat siswa dari luar kota yang diterima melalui jalur prestasi dengan syarat wajib menempati asrama yang telah disediakan sekolah,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan perhatian sekolah terhadap siswa dari kalangan kurang mampu: “Bagi peserta jalur afirmasi pemegang KIP/PKH yang dinyatakan lulus, kami berkomitmen meringankan beban keluarga, salah satunya melalui dukungan bantuan seragam yang disalurkan oleh jaringan alumni sekolah.”

Sementara itu, Ketua LSM APM Adi Susanto mengapresiasi keterbukaan pihak sekolah sekaligus menegaskan komitmen pengawasan berkelanjutan. “Kami hadir untuk memastikan seluruh tahapan SPMB berjalan sesuai petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan yang berlaku. Hari ini kami melihat langsung data disajikan secara transparan, dan hal ini patut diapresiasi,” ujarnya.

Adi juga menyoroti polemik yang berulang terkait sistem pembobotan nilai dan peringkat pada jalur prestasi. “Masalah ini muncul setiap tahun dan menjadi kesulitan yang dirasakan masyarakat. Temuan serta catatan ini akan kami rangkum dan sampaikan kepada Dinas Pendidikan Provinsi sebagai bahan evaluasi demi perbaikan sistem di masa mendatang,” tambahnya.

Audiensi berlangsung dalam suasana dialogis dan kondusif, ditutup dengan kesepakatan bersama untuk terus memperkuat transparansi, keadilan, dan kualitas pelayanan pendidikan dalam proses penerimaan peserta didik baru di Kota Prabumulih.

0 komentar: