Senin, 20 April 2026

Bupati PALI Perintahkan Dinsos untuk Segera Salurkan Bantuan Langsung Kepada Korban Angin Kencang di Talang Ubi

PALI – Kepedulian dan kecepatan tanggap darurat kembali ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dalam menghadapi bencana alam. Berdasarkan arahan langsung dari Bupati PALI, H. Asgianto, bantuan sosial segera disalurkan kepada warga yang menjadi korban dampak angin kencang yang melanda wilayah tersebut.

Bencana yang terjadi akibat cuaca ekstrem ini menyebabkan sejumlah pohon besar tumbang dan berdampak langsung pada kerusakan rumah warga. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten PALI melalui Dinas Sosial tidak menunda waktu untuk hadir di tengah masyarakat.

Kegiatan penyerahan bantuan dilaksanakan pada hari ini, Senin, 20 April 2026, bertempat di wilayah Kecamatan Talang Ubi, tepatnya di Desa Bruge Darat. Penyaluran bantuan ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten PALI, Edy Irwan, yang dalam pelaksanaannya didampingi oleh para kepala bidang serta seluruh jajaran staf Dinas Sosial.

Tidak hanya sekadar menyerahkan bantuan, tim dari Dinas Sosial juga melakukan peninjauan langsung ke titik-titik lokasi terdampak. Mereka turun ke lapangan untuk melihat secara nyata kondisi warga serta memetakan tingkat kerusakan yang terjadi akibat hujan deras yang disertai angin kencang tersebut. Hal ini dilakukan agar penanganan dan bantuan yang diberikan dapat sesuai dengan kebutuhan yang sesungguhnya.

Adapun bentuk bantuan yang diberikan berupa sarana dan prasarana logistik pendukung, serta paket sembako lengkap. Bantuan ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan, terutama yang tertimpa pohon tumbang.

Diharapkan dengan adanya bantuan ini, beban dan kesulitan yang sedang dialami oleh warga dapat sedikit terkurangi, serta dapat membantu mereka dalam proses pemulihan kondisi pasca-bencana.

Kegiatan kemanusiaan ini berjalan lancar berkat sinergi yang baik antara berbagai pihak. Turut hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan dari Dinas Sosial Kabupaten PALI, TP PKK, jajaran pemerintahan Kecamatan Talang Ubi, serta Pemerintah Desa Bruge Darat beserta perangkatnya.

Pemerintah Kabupaten PALI menegaskan komitmen kuat untuk selalu hadir dan berpihak kepada masyarakat, terutama di saat-saat sulit dan ketika musibah menimpa. Pemerintah memastikan bahwa penanganan bencana akan selalu dilakukan secara cepat, tepat, dan pasti, serta tepat sasaran kepada yang membutuhkan.

Sabtu, 24 Januari 2026

Kapolres Apresiasi Program CSR PT Musi Hutan Persada, 80 Anak Ikuti Sunatan Massal di PALI

PALI — PT Musi Hutan Persada (MHP) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan sunatan massal yang digelar pada Sabtu (24/1/2027) di Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Digelar di halaman SD Negeri 28 Talang Ubi, Desa Simpang Raja, kegiatan ini diikuti oleh 80 anak dari Kelurahan Handayani dan wilayah sekitarnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat setempat.

Kapolsek Talang Ubi, AKP Ardiansyah, S.H., menyampaikan bahwa institusi kepolisian sangat mendukung dan memberikan apresiasi terhadap inisiatif sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Kapolres PALI AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, S.H., S.I.K., M.I.K., mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi kepada PT Musi Hutan Persada. Kegiatan sunatan massal ini tidak hanya membantu keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi, tetapi juga menjadi bentuk perhatian yang nyata terhadap kesehatan anak-anak," jelas AKP Ardiansyah.

Selain itu, Kapolres PALI juga mengajak masyarakat untuk selalu memperhatikan kesehatan anak sejak usia dini dan memanfaatkan berbagai layanan kesehatan yang disediakan baik oleh pemerintah maupun pihak swasta.

"Kolaborasi yang erat antara Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan aparat keamanan merupakan kunci penting dalam mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, dan kondusif bagi seluruh warga Kabupaten PALI," pungkasnya.

Rabu, 14 Januari 2026

Pemkab PALI Bagikan Bantuan Makanan ke LKSA Baitussalam – Anak-anak Binaan Dapat Perhatian Khusus

PALI – Menunjukkan komitmen yang tak pernah pudar terhadap kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) di bawah kepemimpinan Bupati Asgianto, ST dan Wakil Bupati Iwan Tuaji, SH, kembali menggelar kegiatan bantuan sosial khusus bagi anak-anak di lembaga kesejahteraan. Melalui Dinas Sosial Kabupaten PALI, sebanyak 20 paket makanan disalurkan langsung ke Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Baitussalam, Desa Panta Dewa, Kecamatan Talang Ubi, pada Rabu (14/1/2026).

Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten PALI Edy Irwan, SE, M.Si, beserta jajaran kepala bidang dan stafnya – sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam memastikan program perlindungan sosial tepat sasaran. Bantuan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar dan mendukung tumbuh kembang anak-anak yang berada dalam pengasuhan lembaga.

Dalam kesempatan tersebut, Edy Irwan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari arahan Bupati dan Wakil Bupati untuk membangun kepedulian sosial yang berkelanjutan. “Ini adalah bukti bahwa Bupati Asgianto dan Wakil Bupati Iwan Tuaji selalu memperhatikan anak-anak kita yang berada di lembaga. Pemerintah Kabupaten PALI berkomitmen untuk memastikan mereka mendapatkan perlindungan dan dukungan yang layak,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa bantuan ini bukan hanya sekadar pemberian materi, tetapi juga simbol kehadiran pemerintah yang dekat dengan masyarakat rentan. “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban pengelola lembaga dan memberikan manfaat nyata bagi anak-anak. Semoga hal ini juga menjadi motivasi bagi mereka untuk tumbuh menjadi generasi yang kuat dan mampu berkontribusi bagi bangsa,” tambahnya.

Pemkab PALI juga menjamin akan terus memperkuat kerja sama dengan berbagai lembaga kesejahteraan sosial, guna mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berpihak pada kemanusiaan – sejalan dengan visi kepemimpinan untuk kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Kamis, 04 Desember 2025

Polsek Talang Ubi Pantau Pembagian Bantuan Pangan Tahap II, Kapolres Tekankan Keamanan dan Ketertiban

PALI – Personel Bhabinkamtibmas Polsek Talang Ubi melaksanakan monitoring dan pengamanan penyaluran Bantuan Cadangan Pangan (CPP) Tahap II periode Oktober–November 2025. Kegiatan berlangsung pada Kamis (4/12/2025) sekitar pukul 15.00 WIB di Kantor Kelurahan Talang Ubi Barat, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI.

Sebanyak 579 Kepala Keluarga terdaftar sebagai penerima, masing-masing mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 kilogram minyak goreng. Proses penyaluran berjalan tertib hingga selesai dengan pengawasan langsung dari personel Bhabinkamtibmas.

Kapolsek Talang Ubi AKP Ardiansyah, S.H., yang mewakili Kapolres PALI AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, S.H., S.I.K., M.I.K., menyampaikan bahwa kehadiran Polri merupakan bentuk komitmen untuk memastikan bantuan berjalan aman, tepat sasaran, dan kondusif.

“Bapak Kapolres menegaskan bahwa setiap kegiatan sosial yang melibatkan banyak masyarakat harus dipastikan aman, tertib, dan nyaman. Polri hadir untuk memberikan jaminan keamanan, sekaligus memastikan bantuan benar-benar diterima oleh warga yang berhak,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Polres PALI dan Polsek jajaran akan terus memperkuat kehadiran di setiap kegiatan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan kesejahteraan publik. “Kami diperintahkan untuk selalu berada di tengah masyarakat. Ini sebagai wujud nyata Polri yang responsif dan humanis,” imbuhnya.

Kegiatan monitoring dan pendampingan berjalan aman, lancar, dan mendapat respons positif dari penerima. “Dengan pelaksanaan yang terkoordinasi, Polri berharap bantuan ini dapat membantu meringankan kebutuhan pokok masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan di PALI,” pungkas AKP Ardiansyah.

Selasa, 02 Desember 2025

Pembagian CPP Tahap II di Desa Talang Bulang Berjalan Aman, Polri Pantau Tertibnya Proses Penyaluran

PALI, Selasa (02/12/2025) — Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Tahap II periode Oktober-November 2025 kembali dilaksanakan di Kantor Desa Talang Bulang, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB diawasi langsung oleh Bhabinkamtibmas Polsek Talang Ubi untuk memastikan proses berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran.

Sebanyak 353 Kepala Keluarga (KK) menerima bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 kilogram minyak sayur per penerima. Kapolsek Talang Ubi AKP Ardiansyah menyampaikan bahwa monitoring dilakukan sesuai arahan Kapolres PALI AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, yang menekankan komitmen Polri untuk memastikan program pemerintah tersalurkan secara transparan.

“Kehadiran kami di kegiatan sosial ini untuk menjaga kamtibmas dan mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat,” ujar AKP Ardiansyah. Selama acara, situasi tetap kondusif dan warga antusias menerima bantuan serta mengapresiasi pendampingan Polri.

Kegiatan ini diharapkan meringankan beban masyarakat dan memperkuat sinergitas antara pemerintah, Polri, dan warga dalam menjaga kesejahteraan dan ketahanan pangan di Kabupaten PALI.

Polsek Talang Ubi Awasi Penyaluran CPP di Kelurahan Pasar Bhayangkara, Semua Berjalan Lancar

Selasa (02/12/2025), Kantor Kelurahan Pasar Bhayangkara menjadi tempat penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPP) periode Oktober-November 2025. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB dipantau dan diamankan langsung oleh Polsek Talang Ubi, hingga selesai pukul 10.15 WIB dengan kondisi aman dan tertib.

Sebanyak 235 KK penerima manfaat mendapatkan 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng, dengan pengambilan menggunakan barcode sesuai data resmi. Hadir dalam acara tersebut Lurah Suherman, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan, dan perwakilan Polri termasuk Kapolsek AKP Ardiansyah.

Dalam sambutannya, AKP Ardiansyah menyampaikan komitmen Kapolres PALI untuk mengawal program pemerintah yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. "Polri ada sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan, tidak hanya penegak hukum," ujarnya, menambahkan bahwa Polsek akan terus mendukung program yang meningkatkan kesejahteraan warga.

Penyaluran CPP ini merupakan kolaborasi Badan Pangan Nasional, Pemerintah Daerah, dan Perum Bulog guna menjaga ketahanan pangan dan mencegah kerawanan sosial di tingkat lokal.

Jumat, 28 November 2025

 Jumat Berkah Polres Banyuasin Wujudkan Senyum Anak dengan Khitan

Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu, Polres Banyuasin kembali melaksanakan program Khitan Gratis Jumat Berkah. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (28/11/2025) ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap pekan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat.

Kapolres Banyuasin melaporkan langsung pelaksanaan kegiatan ini kepada Kapolda Sumatera Selatan. Laporan tersebut menyebutkan bahwa khitan gratis kali ini dilaksanakan di FKTP Klinik Pratama Sidokkes Polres Banyuasin, mulai pukul 09.30 WIB.

Proses khitan dilakukan secara profesional oleh tenaga medis yang berkompeten, yaitu dr. Dapid Aryanto, yang dibantu oleh perawat dari FKTP Klinik Pratama Sidokkes Polres Banyuasin. Kegiatan ini diikuti oleh dua anak yang berasal dari keluarga dengan latar belakang ekonomi sederhana.

Berikut adalah identitas penerima manfaat program khitan gratis tersebut:

Muhammad Kristian (8 tahun), Orang Tua: Hendri Irawan (Ayah, Petani) dan Napiha (Ibu, Ibu Rumah Tangga), Alamat: Jl. Jakarta Ahmad RT/RW 007/002, Kelurahan Kayuara Kuning, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin.

Dimas (9 tahun), Orang Tua: Ishak (Ayah, Petani) dan Sumiyana (Ibu, Ibu Rumah Tangga), Alamat: Jl. Depati Suud Dusun II RT/RW 007/002, Desa Lubuk Karet, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin.

Dalam laporannya, Kapolres Banyuasin menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan khitan gratis ini berjalan dengan aman dan lancar. Keberhasilan program ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat kesehatan bagi anak-anak, tetapi juga dapat meringankan beban finansial orang tua.

Program Khitan Gratis Jumat Berkah merupakan inisiatif Polres Banyuasin untuk mendekatkan institusi kepolisian dengan masyarakat melalui aksi sosial yang langsung menyentuh kebutuhan dasar warga. Melalui kegiatan seperti ini, Polri berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Kamis, 13 November 2025

TP. PKK Kabupaten PALI Gelar Bakti Sosial di Desa Pengabuan Timur: Wujud Kepedulian terhadap Masyarakat

PALI, 13 November 2025 – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP. PKK) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menggelar kegiatan bakti sosial di Desa Pengabuan Timur, Kecamatan Abab. Acara yang berlangsung pada hari Kamis (13/11/2025) ini menjadi bukti nyata sinergi antara TP. PKK, pemerintah daerah, dan berbagai pihak dalam memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan.

Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Desa Pengabuan Timur ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, termasuk TP. PKK Kecamatan Abab, TP. PKK Desa Pengabuan Timur, Camat Abab, perwakilan dari Bank Sumsel Babel, Dinas Sosial (Dinsos) PALI, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) PALI, perangkat desa, serta masyarakat penerima manfaat. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan dukungan dan kolaborasi yang kuat dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kegiatan bakti sosial ini, TP. PKK Kabupaten PALI menyalurkan 100 paket sembako kepada warga yang telah terdata sebagai penerima manfaat. Selain itu, Camat Abab dan Kepala Desa Pengabuan Timur juga memberikan tambahan 30 paket sembako kepada masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat dan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Ketua TP. PKK Kabupaten PALI, Dwi Septaria, S.E., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud perhatian dan kepedulian Bupati PALI terhadap masyarakat Desa Pengabuan Timur. Ia juga menegaskan bahwa Desa Pengabuan Timur menjadi desa pertama yang terpilih untuk kegiatan bakti sosial TP. PKK Kabupaten PALI tahun 2025.

“Bupati PALI berpesan agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Desa Pengabuan Timur,” ujar Dwi Septaria.

Lebih lanjut, Dwi Septaria juga menyampaikan bahwa TP. PKK Kabupaten PALI akan mengupayakan kegiatan bakti sosial seperti ini menjadi agenda tahunan. Hal ini bertujuan agar semakin banyak masyarakat di desa-desa lain di Kabupaten PALI yang dapat merasakan manfaat dari kegiatan ini.

Kegiatan bakti sosial ini berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh keakraban. Masyarakat penerima manfaat tampak antusias dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Acara ditutup dengan penyerahan simbolis paket sembako kepada perwakilan warga penerima bantuan.

Rabu, 12 November 2025

Pemkab Banyuasin Luncurkan Gerakan Pasar Murah di Desa Lubuk Karet

Pemerintah Kabupaten Banyuasin meluncurkan program Gerakan Pasar Murah di Desa Lubuk Karet, Kecamatan Betung, pada Rabu, 12 November 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, serta mengendalikan laju inflasi daerah.

Dalam acara tersebut, dijual berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah standar pasar tradisional. Antara lain, cabe merah keriting seharga 56.000/Kg, cabe hijau 30.000/Kg, bawang merah 32.000/Kg, dan bawang putih 24.000/Kg. Selain itu, juga dijual daging sapi 140.000/Kg, daging kerbau 90.000/900gr, dan telur ayam 22.000/Kg.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Masita Liana SP, menyampaikan bahwa operasi pasar murah ini merupakan agenda rutin yang terus dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banyuasin. "Kami akan terus berkomitmen dan bekerjasama dengan adanya pasar murah ini bisa juga membantu dalam pelayanan kepada seluruh masyarakat yang ada diseluruh kabupaten Banyuasin," ujarnya.

Asisten II Pemkab Banyuasin, Ir. Alfian, M.M., menambahkan bahwa kegiatan ini sangat membantu masyarakat dalam menstabilkan harga bahan pokok sehari-hari. "Kami dari pemkab Banyuasin akan terus berkomitmen dan bekerjasama dengan adanya pasar murah ini bisa juga membantu dalam pelayanan kepada seluruh masyarakat yang ada diseluruh kabupaten Banyuasin," tambahnya.

Dalam acara tersebut, juga ada pelayanan kolaboratif seperti pelayanan Nomor Induk Berusaha (NIB), pelayanan KTP dan KK, pelayanan kesehatan gratis, Program Keluarga Harapan (PKH), dan pelayanan KB gratis.

Kamis, 02 Oktober 2025

Warga Simpang Solar Terkena Musibah Kebakaran Rumah, Istri Bupati PALI Terjun Langsung Berikan Santunan dan Dukungan Moril

Dwi Septaria, istri Bupati PALI Asgianto, menunjukkan kepedulian dan empati yang luar biasa dengan mengunjungi warga Desa Simpang Solar yang terkena musibah kebakaran rumah. Dalam kunjungannya, ia tidak hanya memberikan santunan tetapi juga dukungan moril kepada para korban.

Dwi Septaria menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah yang menimpa warga Desa Simpang Solar. "Saya ikut merasakan kesedihan yang dialami saudara-saudara kita di Simpang Solar. Semoga mereka diberi ketabahan, kekuatan, dan segera bangkit kembali setelah musibah ini," ungkapnya.

Dalam kunjungannya, Dwi Septaria memberikan bantuan santunan kepada korban kebakaran. Ia juga memberikan dukungan moril dan mengajak warga untuk saling menguatkan dalam menghadapi musibah.

Kehadiran Dwi Septaria disambut hangat oleh warga setempat. Mereka mengapresiasi kepedulian dan empati yang ditunjukkan oleh istri Bupati PALI ini.

Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan warga yang terkena musibah kebakaran dapat merasa lebih terbantu dan termotivasi untuk bangkit kembali. Semoga kehadiran Dwi Septaria dapat memberikan sedikit kehangatan dan harapan bagi warga yang terdampak kebakaran.

Rabu, 18 Juni 2025

Makan Bergizi Gratis Jadi Solusi Atasi Masalah Gizi Anak Indonesia

Jakarta
|| Salah satu tantangan besar yang masih dihadapi Indonesia hingga hari ini adalah tingginya angka stunting dan permasalahan gizi kronis yang berdampak langsung terhadap kualitas generasi masa depan. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan selama bertahun-tahun, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) dan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan bahwa prevalensi stunting di beberapa daerah masih berada di atas ambang batas yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dalam konteks ini, langkah pemerintah melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan terobosan strategis yang layak mendapatkan apresiasi dan dukungan penuh. Program MBG sejatinya bukan sekadar agenda pemberian makanan secara cuma-cuma. Ini adalah langkah revolusioner yang menempatkan intervensi gizi sebagai pondasi dalam membangun sumber daya manusia unggul.

Anggota Komisi IX DPR RI, Heru Tjahjono, secara tegas menyebutkan bahwa MBG adalah investasi besar bangsa. Menurutnya, nutrisi yang diberikan secara teratur kepada anak-anak usia dini merupakan kunci utama pencegahan stunting, yang bila diabaikan akan berdampak negatif terhadap perkembangan fisik dan intelektual anak.

Heru menambahkan, Program ini sangat strategis dalam menekan angka stunting yang masih cukup tinggi di beberapa wilayah, sekaligus memberikan dampak jangka panjang berupa peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berbagai studi internasional menunjukkan bahwa gizi yang buruk pada masa kanak-kanak berkorelasi kuat dengan rendahnya pencapaian akademik, produktivitas yang rendah saat dewasa, hingga peningkatan risiko penyakit tidak menular. Maka dari itu, MBG adalah bentuk keberpihakan negara terhadap masa depan anak-anak Indonesia, terutama mereka yang berasal dari keluarga prasejahtera.

Lebih dari sekadar intervensi gizi, program ini juga menyentuh sisi edukatif dan pemberdayaan masyarakat. Kepala Divisi Komunitas Karya Pelajar Mengabdi Bangsa Indonesia (KOMIB Indonesia), Grace Aurellia Salim, menyatakan bahwa melalui Program Nourish to Flourish atau sebuah gerakan yang sejalan dengan semangat MBG, telah dilakukan donasi makanan sekaligus edukasi tentang pentingnya gizi baik bagi anak-anak. Menurutnya, dengan mengedukasi masyarakat tentang kebiasaan makan yang sehat, kita dapat membantu mengurangi risiko stunting dan membuka jalan bagi masa depan Indonesia yang lebih sehat.

Pentingnya edukasi ini tidak bisa disepelekan. Masih banyak keluarga di pelosok negeri yang belum memahami bahwa kualitas makanan tidak hanya ditentukan oleh kenyang, tetapi oleh kandungan gizinya. Dengan melibatkan komunitas, sekolah, dan tenaga kesehatan, MBG dapat menjadi katalis perubahan gaya hidup dan pola makan masyarakat dari akar rumput.

Salah satu nilai tambah dari program ini adalah adanya kolaborasi lintas sektor. Pemerintah menggandeng penyedia makanan lokal untuk memastikan ketersediaan menu sehat di sekolah dasar dan menengah. Menu tersebut dirancang sesuai standar gizi yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan, sehingga tidak hanya enak tetapi juga bernutrisi lengkap.

Direktur Direktorat Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Badan Gizi Nasional (BGN), Tengku Syahdana, menyoroti semangat patriotisme yang melandasi lahirnya program ini. Menurutnya, sebagai seorang mantan jenderal, Presiden Prabowo sangat memahami pentingnya pertahanan diri. Hal itu dimulai dari tubuh yang sehat, dengan gizi yang cukup dan seimbang. Tubuh kuat, otak cerdas itulah tujuan program ini Pernyataan tersebut menegaskan bahwa isu gizi bukan sekadar urusan kesehatan, tetapi menyangkut ketahanan nasional dan masa depan bangsa secara menyeluruh.

Pelibatan pelaku usaha lokal dalam penyediaan makanan juga menciptakan multiplier effect terhadap ekonomi daerah. Petani, peternak, dan pelaku UMKM pangan mendapatkan akses pasar yang lebih luas, sekaligus menjadi bagian dari solusi atas masalah gizi nasional. Ini mencerminkan visi pembangunan inklusif: mengatasi stunting sembari memperkuat ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Tentu pelaksanaan program MBG tidak luput dari tantangan. Mulai dari kesiapan infrastruktur distribusi makanan, pengawasan kualitas gizi, hingga keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan program.

Namun, dengan komitmen politik yang kuat dan sinergi lintas institusi, tantangan tersebut bukanlah alasan untuk menunda. Justru tantangan ini menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola intervensi gizi berbasis bukti.

Langkah selanjutnya adalah memperluas cakupan program secara bertahap dan berkelanjutan, dengan memastikan setiap intervensi berbasis data dan pengawasan ketat. Evaluasi rutin dan pelibatan akademisi dalam pemantauan program akan menjamin MBG berjalan sesuai tujuan awal: meningkatkan kualitas anak-anak Indonesia sejak usia dini.
Kini saatnya seluruh elemen bangsa mulai dari pemerintah, masyarakat sipil, sektor swasta, dan media, bersatu mendukung Program Makan Bergizi Gratis. Program ini bukan sekadar kebijakan populis, melainkan solusi konkret dan jangka panjang untuk mengatasi masalah gizi anak Indonesia. Dengan memastikan anak-anak kita tumbuh sehat, kuat, dan cerdas, kita sedang menanam benih masa depan bangsa yang unggul dan berdaya saing global.

(Red)

Selasa, 17 Juni 2025

Pemerintah Dorong Peran Aktif Masyarakat Desa Suplai Bahan Baku Program MBG

Jakarta
|| Pemerintah terus mendorong keterlibatan aktif masyarakat desa dalam mendukung program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menegaskan pentingnya peran desa sebagai lumbung penyedia bahan baku pangan untuk mendukung keberlanjutan program MBG.

Dalam kegiatan sharing knowledge bertajuk “Desa Berketahanan Pangan dan Iklim” yang digelar di Jakarta, Yandri menekankan bahwa desa memiliki potensi besar dalam hal ketahanan pangan. 

“Saya berharap melalui gerakan menanam, kita bisa menyambut program Makan Bergizi Gratis dengan kesiapan penuh. Butuh banyak bahan baku setiap hari, dan desa bisa jadi penyedia utama.” Ungkapnya.

Yandri juga menyampaikan bahwa hingga kini telah berdiri 190 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 26 provinsi. Jumlah ini akan terus bertambah seiring ekspansi program MBG. Ia berharap desa-desa segera memulai program ketahanan pangan berbasis komoditas lokal agar dapat memenuhi kebutuhan dapur-dapur MBG.

“Ke depan akan ada 30 ribu dapur MBG. Itu butuh pasokan tomat, cabai, telur, ikan, daging ayam dalam jumlah besar. Kalau bukan dari desa, dari mana lagi ?” Katanya.

Senada dengan Yandri, Direktur Pangan dan Pertanian Bappenas, Anang Noegroho, menyampaikan bahwa sinergi antara program pemerintah dan gerakan masyarakat desa sangat penting. 

“Desa adalah kekuatan utama dalam membangun ketahanan pangan nasional. Jika dikelola dengan baik, desa bisa menjadi penopang utama pasokan pangan untuk program MBG sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.” Ujar Anang.

Kementerian Desa juga membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi, lembaga riset, dan sektor swasta untuk mendorong inovasi dalam pengelolaan pangan desa. 

Pendampingan teknologi pertanian, pelatihan kewirausahaan, serta akses pasar yang berkelanjutan akan menjadi kunci agar produksi pangan desa mampu memenuhi standar dan kuantitas yang dibutuhkan program MBG.

Tak hanya untuk pemenuhan gizi, peran desa dalam program MBG juga diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang lebih mandiri dan berdaya saing. 

Dengan terserapnya hasil pertanian dan peternakan desa ke dalam rantai pasok nasional, akan tercipta lapangan kerja, peningkatan pendapatan warga, serta tumbuhnya unit-unit usaha baru berbasis pangan.

(Red)

Senin, 16 Juni 2025

Koperasi Merah Putih Bukti Nyata Pemerintah Hadirkan Kesejahteraan Masyarakat

Jakarta
|| Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi kerakyatan. Salah satu buktinya adalah melalui pendirian dan pengembangan Koperasi Merah Putih, sebuah langkah strategis yang menjadikan koperasi sebagai pilar utama pemberdayaan ekonomi rakyat.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto menegaskan pentingnya keberadaan Koperasi Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi desa yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Jadi sekarang harusnya manfaat semuanya dirasakan oleh warga, dirasakan oleh anggotanya.” Ujar Bima Arya.

Menurut Bima Arya, desa-desa di Indonesia memiliki potensi besar di berbagai sektor seperti pertanian, perikanan, kelautan, dan pengairan. Melalui koperasi, potensi-potensi ini dapat dikelola secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
“Insyaallah akan dibuat lebih kencang lagi, akan diikhtiarkan lebih efektif lagi dengan serentak pembentukan Koperasi Merah Putih.” Tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno menyatakan dukungannya terhadap pengembangan Koperasi Merah Putih sebagai upaya memperkuat ekonomi rakyat di tingkat desa dan kelurahan.

Menurutnya, koperasi merupakan wadah ideal untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat dari bawah, sekaligus memperkuat struktur ekonomi nasional yang lebih berkeadilan.

"Koperasi Merah Putih bukan hanya simbol, tetapi gerakan nyata untuk menghadirkan keadilan ekonomi di tengah masyarakat. Kita perlu koperasi yang hidup dan aktif di desa-desa serta kelurahan-kelurahan, yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga." Ucap Eddy.

Eddy menegaskan koperasi dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal apabila dikelola dengan baik dan mendapat dukungan kebijakan dari pemerintah.

"Kita harus pastikan Koperasi Merah Putih ini memberdayakan petani, nelayan, pedagang kecil, hingga ibu-ibu rumah tangga yang punya usaha mikro. Koperasi harus jadi tempat belajar, bertumbuh, dan berjejaring." Katanya.

Eddy juga menekankan penguatan koperasi sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dan semangat gotong royong yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa.

"Koperasi Merah Putih adalah rumah besar ekonomi rakyat. Mari kita jaga dan kembangkan bersama. Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi soal kedaulatan, soal harga diri bangsa." Tutupnya.

Dengan semangat gotong royong, Koperasi Merah Putih menjadi bukti nyata bahwa pemerintah serius menghadirkan kesejahteraan yang merata dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

(Red)

Minggu, 15 Juni 2025

Program Sekolah Rakyat Buka Peluang Lowongan Kerja untuk Guru

Jakarta
|| Kementerian Sosial mempercepat persiapan penyelenggaraan Sekolah Rakyat dengan memulai proses perekrutan (seleksi) guru. Proses seleksi sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, salah satu strateginya melalui pembangunan Sekolah Rakyat.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Sosial (Kemensos), Robben Rico mengatakan syarat utama mengikuti seleksi ini adalah lulusan PPG yang diselenggarakan oleh Kemendikdasmen dan mengantongi sertifikat Pendidikan Profesi Guru (PPG).

“Untuk memenuhi proses pembelajaran di Sekolah Rakyat, tentunya kita sama-sama tahu, diperlukan guru. Sebagai tahapan dari penunjukkan guru tersebut, perlu adanya seleksi calon guru.” Kata Robben di Jakarta.

Ditambahkannya, sebanyak 1.554 formasi jabatan fungsional guru ahli pertama untuk nantinya ditempatkan pada Sekolah Rakyat yang tersebar di 100 lokasi tahap pertama penyelenggaraan. Seleksi dilakukan secara transparan dan tanpa dipungut biaya apapun atau gratis.

“Seleksi tambahan nanti kita lakukan untuk memperoleh guru-guru terbaik yang akan mendidik dan mengawal anak-anak di Sekolah Rakyat ini. Tentunya Kementerian Sosial akan membantu proses seleksi tambahan tersebut.” Imbuhnya.

Senada, Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Mohammad Nuh mengatakan pihaknya mencari dan menyeleksi guru yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki empati sosial untuk mengajar di Sekolah Rakyat.

“Kami ingin tahu para guru itu punya empati sosial, tidak hanya kompetensi akademik yang bagus.” Ujar Nuh.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan pihaknya membuka dua opsi rekrutmen guru yang akan mengajar di Sekolah Rakyat. Dua opsi itu adalah guru dari aparatur sipil negara (ASN) atau guru yang telah bersertifikat pendidikan profesi guru.

“Dua opsi itu yang masih dimatangkan.” Kata Gus Ipul.

Gus Ipul memastikan tidak ada kesenjangan tata kelola antara Sekolah Rakyat dan sekolah-sekolah lain, karena pengelolaan Sekolah Rakyat juga bekerja sama dengan kementerian lain.

“Dikti juga, Kementerian Dikdasmen. Jadi ini juga adalah sekolah pemerintah gitu. Yang penyelenggaranya pemerintah. Jadi kami keroyokan.” Pungkasnya.

(Red)
MBG Wujud Nyata Pemerataan Gizi dan Ekonomi Nasional

Jakarta || Program Makan Bergizi Gratis atau MBG telah menjadi salah satu langkah inovatif yang memberikan angin segar bagi sektor pangan dan peternakan di Indonesia. Program ini dirancang untuk menciptakan peluang investasi yang berkelanjutan dan menguntungkan, serta mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Melalui pendekatan berbasis kolaborasi dan teknologi, program ini dianggap mampu menarik perhatian berbagai kalangan yang ingin berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi dari sektor riil.

Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian terhadap sektor peternakan semakin meningkat seiring dengan kebutuhan pangan protein hewani yang terus bertambah. Pemerintah telah mendorong berbagai kebijakan dan insentif untuk mendorong peningkatan produksi dan efisiensi di bidang ini.
Program MBG pun muncul sebagai solusi strategis yang tidak hanya memberikan peluang investasi, tetapi juga mengedepankan keberlanjutan dan pemberdayaan peternak lokal.

Guru Besar IPB sekaligus Tim Pakar Bidang Susu di Badan Gizi Nasional (BGN), Epi Taufik, mengatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) patut mendapatkan perhatian serius. Beliau menyoroti bahwa program MBG bukan hanya menjawab isu kekurangan gizi pada anak-anak Indonesia, tetapi juga membuka peluang ekonomi strategis sebagai pasar baru bagi sektor pangan dan peternakan nasional.

Ini adalah pandangan yang masuk akal. Program MBG, bila dikelola dengan baik, memiliki dua dimensi utama, yaitu dimensi sosial dalam bentuk peningkatan kualitas gizi generasi muda, dan dimensi ekonomi dalam bentuk jaminan pasar bagi produk pertanian dan peternakan dalam negeri. Kehadiran pasar "pasti" yang dibentuk oleh intervensi negara ini dapat menjadi penopang stabilitas bagi pelaku usaha pangan lokal, termasuk peternak susu, petani sayur, dan produsen bahan pokok lain. 

Dengan kata lain, ini adalah model intervensi negara yang tidak hanya bersifat karitatif, tapi juga produktif. Melalui skema investasi yang terstruktur, masyarakat diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam usaha peternakan tanpa harus memiliki lahan atau pengalaman teknis yang mendalam. Dana yang ditanamkan oleh para investor dikelola secara profesional dan digunakan untuk mendukung operasional peternakan yang dijalankan oleh tenaga lokal terlatih.

Dengan pendekatan ini, roda perekonomian di pedesaan juga ikut digerakkan, selaras dengan misi pemerintah dalam pemerataan pembangunan.
Keamanan dan transparansi menjadi faktor utama yang dijaga dalam pelaksanaan program ini. Sistem pemantauan berbasis digital digunakan untuk memastikan bahwa seluruh aktivitas dapat diawasi dan dilaporkan secara berkala.

Dengan demikian, rasa percaya dari para investor dapat terus dibangun dan dipertahankan. Selain itu, hasil produksi dari peternakan yang terlibat dalam program ini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, sehingga ikut memperkuat rantai pasok pangan nasional.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman bahwa hilirisasi pertanian dapat menjadi jalan cepat Indonesia menuju kemandirian dan bahkan berpotensi menjadi negara superpower patut mendapat dukungan luas. Pandangan ini mencerminkan arah pembangunan pertanian yang tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada penguatan nilai tambah, yang selama ini kerap menjadi titik lemah dalam rantai ekonomi nasional.

Selama ini, Indonesia dikenal sebagai negara agraris dengan kekayaan sumber daya alam melimpah. Namun, potensi tersebut belum dioptimalkan melalui proses hilirisasi yang terstruktur. Produk-produk pertanian masih banyak dijual dalam bentuk mentah, tanpa melalui tahapan pengolahan yang bisa meningkatkan nilai jual, memperluas pasar, dan menyerap tenaga kerja lebih banyak.

Inilah celah yang, jika ditangani dengan serius, bisa menjadi sumber kekuatan ekonomi yang sangat besar.
Upaya ini dinilai sejalan dengan visi pemerintah dalam meningkatkan investasi di sektor pangan yang selama ini masih kurang mendapat perhatian. 

Dengan membuka akses bagi masyarakat luas untuk terlibat secara langsung maupun tidak langsung, program MBG berhasil menciptakan semangat gotong royong dalam pembangunan ekonomi berbasis agribisnis. Peternak kecil yang sebelumnya kesulitan dalam mengakses pendanaan kini dapat menjalankan usaha mereka dengan lebih baik, didukung oleh sistem manajemen yang terintegrasi.

Dukungan terhadap program seperti MBG diharapkan terus bertambah, baik dari sektor swasta maupun publik. Kolaborasi antar pihak menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan dan berkelanjutan. Pemerintah melalui berbagai kementerian dan lembaga terkait terus memberikan ruang serta regulasi yang memfasilitasi tumbuhnya program serupa di berbagai daerah.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, mengatakan rencana pemerintah membangun ekosistem peternakan terintegrasi merupakan langkah strategis yang sangat relevan dengan tantangan pemenuhan gizi dan kedaulatan pangan nasional saat ini. Upaya ini tidak hanya menjawab kebutuhan daging dan susu dalam negeri, tetapi juga sejalan dengan visi besar seperti Program MBG, yang membutuhkan pasokan protein hewani secara berkelanjutan.

Selama ini, Indonesia masih menghadapi ketergantungan cukup tinggi terhadap impor daging dan produk susu. Ketergantungan ini menimbulkan kerentanan pasokan dan fluktuasi harga, terutama saat terjadi gangguan global. Maka dari itu, pembangunan ekosistem peternakan yang terintegrasi dari hulu ke hilir menjadi jalan keluar yang sangat logis dan mendesak.

Dengan pendekatan yang mengutamakan dampak sosial dan ekonomi, program MBG telah membuktikan bahwa sektor peternakan dapat menjadi lahan investasi yang menjanjikan. Masa depan ketahanan pangan Indonesia akan semakin kokoh jika inisiatif seperti ini terus dikembangkan dan mendapatkan dukungan luas dari seluruh elemen masyarakat.

(Red)

Rabu, 11 Juni 2025

Program Makan Bergizi Gratis Dapat Dukungan Luas, Sejalan dengan Nilai Islam dan Visi Indonesia Emas 2045

Jakarta
|| Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program unggulan Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, terus mendapatkan dukungan luas dari berbagai lapisan masyarakat. Tak hanya dari unsur pemerintahan, dukungan moral juga datang dari tokoh agama, seperti disampaikan dalam khutbah Idul Adha 1446 H di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Khatib Shalat Idul Adha, Prof. Dr. Wan Jamaluddin, yang juga Rektor UIN Raden Intan Lampung, secara tegas menyatakan bahwa MBG mencerminkan nilai-nilai Islam yang luhur, terutama dalam hal solidaritas sosial dan keberlanjutan generasi bangsa. Ia menyebut bahwa program MBG bukan hanya kebijakan negara, tetapi bagian dari ajaran Islam yang menekankan pentingnya berbagi dan peduli terhadap sesama, khususnya anak-anak yang membutuhkan asupan gizi demi masa depan yang sehat dan cerdas.

“Gagasan dan gerakan makan bergizi gratis untuk anak-anak Indonesia bukan hanya program pemerintah, tetapi bagian dari nilai Islam yang harus kita jalankan.” Ujar Wan Jamaluddin di hadapan lebih dari 100 ribu jamaah di Masjid Istiqlal.

Dalam khutbahnya, ia juga menyoroti nilai ibadah kurban sebagai bentuk kepedulian sosial yang selaras dengan semangat program MBG. Ia menambahkan bahwa penguatan empati sosial harus menjadi budaya bangsa menuju terciptanya ekosistem yang tangguh dan inklusif, sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045.
Dukungan terhadap program MBG juga diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi yang terus digencarkan di berbagai daerah. Kegiatan serupa digelar di Halaman Kantor Desa Sekeladi, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir. Dengan tema “Bersama Mewujudkan Generasi Sehat Indonesia”, acara ini diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai kalangan.

Anggota Komisi IX DPR RI, Maharani, dalam sambutannya menekankan pentingnya pembentukan SPPG di tingkat desa agar distribusi makanan bergizi dapat menjangkau balita, anak sekolah, ibu hamil, hingga ibu menyusui. Ia meyakini bahwa program ini akan menjadi fondasi lahirnya Generasi Emas 2045. 
“Dalam 20 tahun ke depan, anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, sehat, dan berdaya saing.” Tegas Maharani.

Senada dengan itu, perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), Ade Tias Maulana, menuturkan bahwa MBG juga dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan lokal dengan melibatkan BUMDes, koperasi, petani, dan peternak dalam penyediaan bahan pangan. “Setiap SPPG mampu melayani hingga 4.000 penerima manfaat per hari.” Jelas Ade.

Di wilayah Indonesia Timur, sosialisasi Program MBG juga telah digelar di Praya Barat Daya, Lombok Tengah dan Papua Barat Daya. Anggota Komisi IX DPR RI, Muazzim Akbar, optimistis program MBG akan menjangkau lebih banyak penerima manfaat di wilayah tersebut. Ia mendorong masyarakat agar ikut menjadi mitra BGN demi mendukung distribusi makanan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Program ini bukan hanya tentang pemberian makanan gratis, tetapi juga tentang memperbaiki kualitas hidup dan mendorong ekonomi warga dari desa.” Ujar Muazzim saat kegiatan sosialisasi.
Sementara itu, Sekretaris Deputi Promosi dan Kerja Sama BGN, Lalu Muhammad Iwan Mahardan, menegaskan bahwa MBG merupakan langkah konkret pemerintah dalam membangun sumber daya manusia berkualitas. “Ini bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045, di mana generasi muda akan menjadi tulang punggung bangsa.” Tegasnya.

Program MBG juga dikawal oleh para tenaga ahli gizi dan dijalankan berdasarkan prinsip Gizi Seimbang, mencakup konsumsi makanan beragam, aktivitas fisik, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.
Dengan dukungan berbagai elemen masyarakat—dari tokoh agama hingga pemerintah daerah—Program Makan Bergizi Gratis kini tak hanya menjadi program pemerintah, melainkan juga menjadi gerakan nasional yang memperkuat keadilan sosial dan pembangunan generasi masa depan Indonesia.

(Red)

Selasa, 10 Juni 2025

Sekolah Rakyat Hadirkan Pendidikan Gratis, Bukti Negara Peduli Anak Bangsa

Jakarta
 || Negara hadir dalam bentuk nyata ketika akses terhadap pendidikan tidak lagi menjadi barang mewah yang hanya bisa dijangkau segelintir kalangan. Kehadiran Sekolah Rakyat menjadi cermin kepedulian negara terhadap masa depan anak bangsa,
 khususnya bagi mereka yang berasal dari keluarga prasejahtera atau daerah tertinggal. 


Presiden RI, Prabowo Subianto mengatakan pembangunan 100 sekolah berasrama gratis setiap tahun, khusus diperuntukkan bagi anak-anak dari lapisan ekonomi terbawah.

“Langkah ini tidak hanya mencerminkan visi jangka panjang, tetapi juga menjadi strategi konkret untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.” ungkapnya

Presiden Prabowo menyadari bahwa kemiskinan tidak hanya tentang ekonomi, tapi juga tentang kesempatan yang tidak merata. Oleh sebab itu, membangun sistem pendidikan yang inklusif bukanlah pilihan, tapi kebutuhan mendesak bangsa.

“Perubahan besar hanya bisa tercapai dengan keberanian, kepemimpinan bersih, dan kemauan politik yang kuat,” tegas Presiden Prabowo.

Langkah Presiden Prabowo untuk membangun 100 sekolah berasrama gratis per tahun adalah terobosan besar dalam sejarah pendidikan nasional. Ini bukan sekadar angka, melainkan simbol keberpihakan nyata kepada rakyat kecil.

Sekolah Rakyat merupakan bentuk konkret intervensi sosial dalam dunia pendidikan. Di tengah tantangan kesenjangan pendidikan antara kota dan desa, antara kaya dan miskin, kehadiran sekolah ini memberikan harapan baru. Anak-anak yang sebelumnya terpaksa putus sekolah karena biaya, keterbatasan transportasi, atau minimnya fasilitas pendidikan di daerahnya, kini memiliki peluang untuk menempuh jenjang pendidikan formal yang layak. 

Disamping itu, Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono mengatakan bahwa Sekolah Rakyat bukan hanya soal akses pendidikan, tetapi bagian dari misi negara untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

"Pak Presiden tidak ingin kalau orangtuanya kurang mampu, orangtuanya miskin, anaknya ikut miskin. Kedua, Pak Presiden ingin memuliakan orang-orang yang kurang mampu," kata Agus Jabo.

Sekolah Rakyat diharapkan bisa berkembang di lebih banyak wilayah di Indonesia. Saat ini, sebagian besar sekolah serupa masih terkonsentrasi di daerah-daerah tertentu. Dengan perluasan jangkauan dan penambahan kapasitas, maka lebih banyak anak bangsa yang dapat merasakan manfaat dari pendidikan gratis dan bermutu. 

(Red)

Minggu, 09 Februari 2025

Tim Peduli Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit Bhayangkara M Hasan Palembang Gelar Acara Bakti Sosial Berikan Pelayanan Kesehatan Bagi Warga,Khususnya Anak anak Dan Kelompok Rentan

PALEMBANG - Tim Peduli Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit Bhayangkara M Hasan Palembang tak pernah lelah memberikan pelayanan bagi warga masyarakat sebagai wujud nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya bagi anak anak dan kelompok rentan.  

Kali ini berlokasi disekolah Paud Polrestabes Palembang, di 8 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang pada Minggu (9/2/2025).

Tidak bekerja sendiri, tim RS Bhayangkara Moh Hasan turut menggandeng 21 orang tenaga dokter specialis yang tergabung dalam PERHATI-KL (Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher) Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dan PERDOSKI (Persatuan Dokter Kulit Indonesia) serta dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia) sebanyak 15 orang serta Bhayangkari Polda Sumsel.

Berbagai bentuk pelayanan diberikan, dan dikomandoi Karumkit RS Bhayangkara M Hasan Palembang, Kombes Pol Dr dr Budi Susanto, SpBS dan Kasubbid Yamendokpol RS Bhayangkara M Hasan Palembang, Kompol dr Rakhmat Fajar Apriandi dan diikuti diikuti oleh 570 peserta (320 dari Yayasan Yatim Mandiri, 200 dari masyarakat umum dan 50 orang dari PAUD Mentari).

Pelayanan pada bhakti kesehatan kali ini berupa pemeriksaan tekanan darah, cek laboratorium sederhana, Skrining THT daridokter spesialis PERHATI-KL, Skrining Kulit dari dokter Spesialis Kulit Perdoski Skrining anak stunting dari dokter  IDAI dan dari tim dokter Spesialis serta dokter umum RS Bhayangkara M Hasan Palembang.

Dr Budi Susanto mengatakan kegiatan dilakukan bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya menjaga kesehatan anak seperti kesehatan telinga.

“Dengan telinga sehat dapat meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas, berkomunikasi secara efektif serta mencegah gangguan pendengaran seperti tuli dan kesulitan mendengar, infeksi telinga agar terhindar dari kerusakan pendengaran,” ujar dr Budi.

Dirinya menambahkan bahwa RS Bhayangkara M Hasan Palembang konsisten dalam mendukung program pemerintah dalam promosi Kesehatan PHBS dan pencegahan stunting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas. 

Disamping pemeriksaan THT, kegiatan bhakti kesehatan hari ini menyediakan pelayanan pemeriksaan kesehatan seperti halnya pengukuran tekanan darah dan pemeriksaan laboratorium sederhana, skrining kulit, serta deteksi dini stunting bagi anak. 

Stunting adalah kondisi ketika anak mengalami kekurangan gizi yang menyebabkan tinggi badannya dibawah standar usia, dapat berdampak negative pada perkembangan fisik dan kognitif anak serta meningkatkan risiko penyakit di masa depan. 

“Ini merupakan langkah penting untuk mendeteksi masalah kesehatan (telinga) dan stunting agar dapat memberikan penanganan yang lebih efektif,” urainya.

“Jika terdapat indikasi gangguan pendengaran serta stunting nantinya masyarakat akan diarahkan ke puskesmas atau rumah sakit yang terdekat. Selain itu, penyuluhan PHBS pun diberikan hingga ketingkat Masyarakat paling bawah terutama keluarga,” sambungnya.

Stunting dapat diketahui dengan cara pengukuran panjang atau tinggi badan balita lalu dibandingkan dengan standar, dan hasil pengukurannya ini berada pada kisaran di bawah normal.

Budi berharap dengan adanya kesadaran dan kepedulian dari setiap elemen khususnya tenaga kesehatan utk ikut peduli terhadap kesehatan masyarakat terutama yg kurang mampu yg berada di lokasi yg jauh dari fasilitas kesehatan.

“Kita juga mengajak anak anak yatim dari yayasan yatim mandiri karena kita tahu bahwa mereka selama ini agak susah untuk mendapat fasilitas kesehatan yang baik,” tuturnya.

Pihak yayasan Yatim Mandiri Seto Yully armawan menyambut baik kegiatan seperti ini dan berterima kasih kepada Kapolda Sumsel yang mereka nilai sangat peduli terhadap kesehatan masyarakat.

“Tentu kami sangat bersyukur dan berharap kegiatan ini dapat berkesinambungan dengan cakupan pemeriksaan yang lebih luas lagi dan mampu mengakses fasilitas kesehatan yang lebih memadai, seperti

pelayanan kesehatan untuk masyarakat berkebutuhan khusus (disabilitas), pengobatan umum, pemeriksaan mata dan pemberian kaca mata gratis, penyuluhan dan pemeriksaan gigi anak, donor darah, cegah stunting, pelayanan KB, seminar kesehatan, khitanan massal, operasi katarak dan operasi bedah minor,” ujarnya.

Sabtu, 28 Desember 2024

Jelang Tahun Baru,Polsek Tanah Abang Tingkatkan Intensitas Razia Terpadu Demi Keamanan Masyarakat

 

PALI – Menjelang perayaan Tahun Baru 2024, Polsek Tanah Abang kembali menggencarkan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) demi menjaga situasi yang aman, damai, dan kondusif.

Kegiatan ini dimulai pada pukul 21.00 WIB, malam (27/12/2024) dipimpin langsung oleh Kapolsek Tanah Abang IPTU Arzuan, SH, bersama jajaran personel Polsek Tanah Abang.

KRYD yang berlangsung di wilayah hukum Polsek Tanah Abang ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, terutama menjelang malam pergantian tahun. 

Dalam pelaksanaannya, personel Polsek Tanah Abang aktif memberikan imbauan kepada warga agar tetap menjaga kondusivitas lingkungan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu menjelang Pemilukada.

Menurut IPTU Arzuan, situasi lalu lintas di wilayah Tanah Abang terpantau ramai namun tetap terkendali. 

"Kami mengapresiasi masyarakat yang turut menjaga ketertiban. Hingga saat ini, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Tanah Abang masih dalam kondisi aman dan terkendali," ujarnya.

Selain memastikan keamanan dan ketertiban, kegiatan ini juga menjadi upaya preventif untuk meminimalisir potensi gangguan menjelang Tahun Baru. 

Kehadiran aparat kepolisian di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa nyaman dan aman bagi masyarakat yang beraktivitas, baik di pusat perbelanjaan, tempat ibadah, maupun kawasan umum lainnya.

Kapolsek Tanah Abang juga mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dari potensi gangguan keamanan. 

"Mari kita sambut Tahun Baru dengan penuh kedamaian. Hindari tindakan yang dapat memicu konflik, terutama menjelang Pemilukada mendatang," tegasnya.

KRYD ini akan terus dilakukan secara intensif hingga malam pergantian tahun sebagai bentuk komitmen Polsek Tanah Abang dalam menciptakan situasi yang kondusif. 

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika menemukan hal-hal yang mencurigakan.

Dengan pelaksanaan KRYD ini, diharapkan perayaan Tahun Baru 2024 di wilayah hukum Polsek Tanah Abang dapat berjalan lancar tanpa adanya gangguan keamanan.

Sabtu, 14 Desember 2024

Cegah Potensi Kejahatan Polsek Penukal Abab Rutin Gelar  Razia KRYD Malam Hari

 


Pali — Polsek Penukal Abab yang berada dibawah naungan Polres Pali Polda Sumsel,menggelar Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD),berupa razia terpadu dalam rangka pencegahan penyakit masyarakat (pekat), tindak pidana 3C (curat, curas, dan curanmor), serta gangguan kamtibmas lainnya. 

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat malam (13/12) ini bertujuan memperkuat rasa aman masyarakat di wilayah hukum Polsek Penukal Abab.

Razia yang dipusatkan di jalan depan Mako Polsek Penukal Abab ini melibatkan 10 personel dari Unit Kecil Lengkap (UKL) IV. Sebelum pelaksanaan, dilakukan apel persiapan yang dipimpin oleh Wakapolsek Penukal Abab IPTU Maryono,dengan arahan untuk tetap profesional dan humanis dalam bertugas.

Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB ini berfokus pada pemeriksaan kendaraan roda dua (R2) dan roda empat (R4), sekaligus memberikan edukasi kepada pengendara tentang pentingnya membawa kelengkapan surat kendaraan dan menjaga keamanan diri.

Adapun hasil dari razia ini meliputi:

-Teguran kepada 25 pengendara yang tidak membawa kelengkapan surat-surat kendaraan.

-Pengamanan 2 unit sepeda motor tanpa dokumen resmi.

Tidak ditemukan barang berbahaya seperti minuman keras (miras) atau senjata tajam (sajam).

Kapolres Pali AKBP Khairu Nasruddin, S.I.K., M.H.,memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini.

 “KRYD ini adalah wujud nyata upaya kepolisian dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Polsek Penukal Abab telah menunjukkan dedikasi yang tinggi dalam menjaga kamtibmas. Kami berharap masyarakat juga dapat terus bersinergi dengan kepolisian untuk menjaga wilayah tetap kondusif,” ujar Kapolres PALI melalui selulernya pada Sabtu pagi (14/12/2024). 

Selain pemeriksaan kendaraan, Tim UKL IV aktif memberikan imbauan kepada masyarakat yang berada di luar rumah tanpa kepentingan mendesak agar segera pulang demi menghindari potensi menjadi korban kejahatan. Pemuda yang berkumpul di tempat umum juga diingatkan untuk tidak terlibat dalam aktivitas negatif, seperti judi online atau nongkrong hingga larut mala

Kapolsek Penukal Abab, AKP Ardiansyah, S.H.,menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah preventif untuk meminimalkan potensi gangguan kamtibmas.

“Kami tidak hanya menegakkan hukum,tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat. Polsek Penukal Abab akan terus meningkatkan intensitas kegiatan seperti ini,khususnya menjelang akhir tahun, agar situasi tetap aman dan kondusif,”tegas Kapolsek.

Masyarakat menyambut baik kegiatan ini, mengakui bahwa razia terpadu memberikan rasa aman, terutama di malam hari. Salah seorang warga,Ridwan (34) menyampaikan apresiasinya atas upaya kepolisian.

 “Kami merasa lebih tenang dengan adanya razia ini.Kehadiran polisi di jalan-jalan membuat kami merasa terlindungi,” katanya.

Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 21.30 WIB ini berjalan lancar, aman, dan kondusif. 

Polsek Penukal Abab berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan serupa sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat.

"Dengan pendekatan yang humanis namun tegas, Polsek Penukal Abab memastikan bahwa keamanan dan ketertiban di wilayahnya tetap terjaga, sesuai visi Polres Pali untuk mewujudkan pelayanan terbaik bagi masyarakat." pungkas AKP Ardiansyah.