Rabu, 13 Mei 2026

Dua Pengedar Narkotika Ditangkap Polres Banyuasin, 45 Paket Sabu Disita


 Realitaterkini.com๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

Banyuasin – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Banyuasin berhasil mengamankan dua orang pelaku pengedar narkotika jenis sabu di sebuah gudang yang berlokasi di Desa Margo Mulyo, Kecamatan Muara Padang, Kabupaten Banyuasin. Penangkapan dilakukan pada Jum’at, 08 Mei 2026, sekira pukul 17.00 WIB.

Kedua pelaku yang diamankan memiliki inisial IS (23) dan SJ (29). IS merupakan seorang buruh asal Desa Sungai Pinang, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Ogan Ilir. Sedangkan SJ berprofesi sebagai petani/petani kebun yang beralamat di Desa Perajen, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin. Keduanya berstatus sebagai pengedar narkotika.

Kapolres Banyuasin melalui Kasat Narkoba menjelaskan bahwa penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang resah dengan aktivitas transaksi narkotika yang kerap terjadi di gudang tersebut. Merespons laporan itu, anggota Satresnarkoba langsung melakukan upaya paksa penangkapan tangan (OTT) terhadap pelaku yang diduga membawa, menguasai, serta memperjualbelikan narkotika.

"Tim kami bergerak cepat setelah menerima informasi. Saat tiba di lokasi, kedua pelaku berhasil kami amankan tanpa perlawanan berarti," ujar Kasat Narkoba

Setelah dilakukan penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang cukup mencengangkan, antara lain:

45 (empat puluh lima) paket yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 15,60 gram, 1 (satu) bal plastik klip, 1 (satu) buah kotak warna biru, 1 (satu) buah kaleng aibon, 5 (lima) buah plastik klip bening, 1 (satu) lembar tisu, 1 (satu) unit handphone Android merek Samsung warna putih, 1 (satu) unit handphone merek OPPO warna hitam

Seluruh barang bukti tersebut kini diamankan di Mapolres Banyuasin untuk proses hukum lebih lanjut.

Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Jo UU RI No.01 Tahun 2023 tentang KUHP, Jo UU RI No.01 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, Serta Pasal 609 Ayat (2) Huruf a UU RI No.01 Tahun 2023 tentang KUHP Jo UU RI No.01 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika

Atas perbuatannya, kedua pengedar tersebut terancam hukuman pidana penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara. Polres Banyuasin juga masih melakukan pengembangan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan narkotika yang lebih besar di wilayah Kabupaten Banyuasin dan sekitarnya.

"Kami akan terus memberantas peredaran narkotika hingga ke akar-akarnya. Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing," pungkas Kasat Narkoba.



*Man*


Kapolres PALI Hadiri Manasik Haji โ€œMom and Kidsโ€ di Gelora November: Tanamkan Nilai Islami dan Karakter Mulia Sejak Dini

PALI – Kepala Kepolisian Resor Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), AKBP Yunar HP Sirait, SH., S.I.K., M.I.K., diwakili oleh Wakil Kepala Polres PALI, Kompol Kusyanto, S.H., menghadiri kegiatan besar Manasik Haji Anak Usia Dini bertema “Mom and Kids” se-Kabupaten PALI. Acara ini digelar secara meriah di halaman Gelora November, Kabupaten PALI, pada Rabu (13/5/2026), dan dihadiri ribuan peserta yang terdiri dari anak-anak usia dini, didampingi langsung oleh orang tua serta para guru pendamping.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai sarana pendidikan dan pembinaan karakter, dengan tujuan utama menanamkan nilai-nilai keislaman, akhlak mulia, serta kepribadian yang baik sejak usia dini. Melalui simulasi ibadah haji yang dikemas dengan cara yang menyenangkan dan edukatif sesuai tahap perkembangan anak, para peserta diperkenalkan secara bertahap mengenai tata cara dan makna ibadah haji, mulai dari pemakaian pakaian ihram, gerakan tawaf, lari sa’i, hingga prosesi lempar jumrah. Seluruh rangkaian dikemas agar mudah dipahami dan disenangi oleh anak-anak, sekaligus mengajarkan nilai disiplin, kesabaran, dan kebersamaan.

Dalam sambutannya yang disampaikan mewakili Kapolres PALI, Kompol Kusyanto, S.H., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan yang sangat positif dan bermanfaat ini. Menurutnya, pembentukan karakter religius sejak dini merupakan fondasi penting bagi kemajuan generasi mendatang.

“Kegiatan manasik haji untuk anak usia dini seperti ini merupakan langkah yang sangat luar biasa dan patut didukung penuh. Ini bukan sekadar simulasi ibadah, melainkan sarana menanamkan nilai-nilai keislaman dan akhlak mulia sejak dini kepada anak-anak. Selain mengenalkan salah satu rukun Islam, kegiatan ini juga secara tidak langsung membentuk karakter disiplin, melatih kesabaran, menumbuhkan rasa kebersamaan, serta membangun kepribadian yang santun dan berakhlak baik,” ujar Kompol Kusyanto.

Ia juga menegaskan bahwa jajaran Polres PALI sangat mendukung setiap program atau kegiatan yang bertujuan untuk pendidikan, pembinaan, dan pembentukan karakter generasi muda di wilayah hukumnya. Ia juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia penyelenggara, para guru, serta seluruh orang tua yang telah berpartisipasi dan mendukung acara ini hingga berjalan lancar.

“Kami dari Polres PALI tentu mendukung sepenuhnya kegiatan pendidikan dan pembinaan karakter anak seperti ini. Harapan kami, melalui kegiatan yang penuh makna ini, anak-anak di Kabupaten PALI dapat tumbuh dan berkembang menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh keimanannya, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi bagi sesama,” tambahnya.

Suasana di lokasi kegiatan tampak sangat meriah, hangat, dan penuh semangat. Terlihat jelas antusiasme yang tinggi dari para peserta kecil yang dengan gembira dan penuh semangat

Targetkan Pengesahan Tahun Ini, DPC PJS Banyuasin Siap Ambil Bagian Sejarah PJS.


 JAKARTA – Ketua DPC PJS Kabupaten Banyuasin, Muhammad Noto Prayitno, menyatakan kesiapan jajarannya untuk mengawal penuh proses administratif organisasi menuju konstituen Dewan Pers. Hal ini disampaikannya di sela-sela kegiatan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PJS ke-4 di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Noto juga menyampaikan ucapan selamat kepada DPD PJS Sumsel di bawah kepemimpinan Edi Triono yang berhasil meraih penghargaan sebagai daerah dengan anggota terbanyak secara nasional.

"Kami DPC PJS Banyuasin bangga menjadi bagian dari capaian luar biasa ini. Prestasi 130 anggota se-Sumsel adalah bukti kepercayaan wartawan terhadap visi PJS," ujar Noto yang telah memiliki sertifikasi UKW dari Dewan Pers.

Lebih lanjut, Noto menegaskan bahwa Banyuasin akan fokus menjalankan roda organisasi sesuai aturan dan memastikan integritas jurnalis di daerah tetap terjaga.

"Target kita jelas, mengawal PJS hingga menjadi satu-satunya organisasi pers siber yang disahkan sebagai konstituen Dewan Pers tahun ini," bebernya.

Sementara itu, Ketua umum DPP PJS Mahmud marhaba mengapresiasi langkah keseriusan DPC PJS Banyuasin.

"Jauh-jauh dari kabupaten Banyuasin rela membersamai kita. Ini bukti nyata bahwa DPC PJS Banyuasin mau ambil bagian sejarah dari perjalanan menuju Konstituen Dewan pers". Tukas Mahmud yang juga ahli Pers Dewan Pers.


*Man*

Sinergi 14 DPC, DPD PJS Sumatra Selatan Jadi Barometer Kekuatan Pro Jurnalis Media Siber.


 Realitaterkini.com๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

JAKARTA - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pro Jurnalis Media Siber (PJS) Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) resmi tercatat sebagai daerah dengan jumlah anggota terbanyak di Indonesia. Prestasi ini diumumkan bertepatan dengan momentum peringatan hari ulang tahun ke-4 organisasi tersebut pada tanggal 12 Mei 2026 di Jakarta.

Ketua DPD PJS Sumsel, Edi Triono, menjelaskan bahwa saat ini total anggota PJS di wilayahnya mencapai 130 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 83 anggota telah terinput secara administratif di Dewan Pimpinan Pusat (DPP), untuk proses penerbitan Kartu Tanda Anggota (KTA). Sisanya, sebanyak 47 anggota masih dalam tahap penyelesaian penginputan.

Selain kuantitas, PJS Sumsel juga menonjolkan kualitas sumber daya manusia, dengan mencatatkan 43 jurnalis yang telah mengantongi sertifikat kompetensi dari Dewan Pers. Rinciannya terdiri atas 5 orang jenjang Utama, 3 orang jenjang Madya, dan sisanya merupakan pemegang sertifikat Kompetensi Muda.

“Keberhasilan mencatatkan jumlah anggota terbanyak ini adalah hasil kerja keras kolektif seluruh pengurus DPD dan DPC di 14 kabupaten dan kota se-Sumsel. Kami terus bersinergi untuk meningkatkan kompetensi diri dan mewujudkan tekad menjadikan PJS sebagai konstituen Dewan Pers tahun ini," tegas Edi Triono.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PJS, Mahmud Marhaba, memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menyebutkan bahwa selain Sumsel, beberapa pengurus daerah yang juga menunjukkan progres keanggotaan signifikan di tingkat nasional, antara lain Bangka Belitung (Babel), Sumatera Utara (Sumut), dan Banten.

Dengan dominasi kekuatan anggota di Sumsel, PJS optimis dapat mempercepat pemenuhan syarat administratif maupun faktual dalam proses pendaftaran sebagai konstituen resmi organisasi pers di Indonesia pada tahun 2026.


"Man*

Bhabinkamtibmas Desa Simpang Tais Cek Lahan Jagung Kelompok Tani Merdeka, Dukung Penuh Ketahanan Pangan Nasional

PALI – Guna memperkuat dukungan terhadap program Astacita dan ketahanan pangan nasional, Bhabinkamtibmas Desa Simpang Tais, Aipda Hendryck Ediman, turun langsung ke lapangan melakukan pengecekan dan pemantauan lahan pertanian jagung milik Kelompok Tani Merdeka yang berlokasi di wilayah Desa Simpang Tais, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Selasa (13/5/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan dengan tujuan utama memantau secara langsung perkembangan serta pertumbuhan tanaman jagung, memastikan proses pemeliharaan berjalan dengan baik dan optimal, serta mengidentifikasi sedini mungkin segala kendala atau tantangan yang dihadapi para petani. Kehadiran anggota kepolisian di tengah masyarakat pertanian ini juga menjadi bukti nyata bahwa Polri tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan, tetapi juga berperan aktif sebagai mitra dan pendamping warga dalam mendongkrak produktivitas hasil pertanian di wilayah binaannya.

Dalam kesempatan tersebut, Aipda Hendryck Ediman menyambangi setiap titik lahan tanam, berdialog akrab, dan berdiskusi secara mendalam bersama para anggota Kelompok Tani Merdeka. Ia menanyakan secara rinci terkait kondisi kesehatan tanaman, teknik perawatan yang diterapkan, penggunaan pupuk, hingga kendala seperti serangan hama atau faktor cuaca yang mungkin mempengaruhi hasil panen nanti.

Aipda Hendryck Ediman menegaskan bahwa keterlibatan aktif pihak kepolisian di sektor pertanian merupakan bagian tak terpisahkan dari dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan kemandirian pangan serta swasembada pangan nasional.

“Kami hadir di sini untuk memberikan semangat, motivasi, dan dukungan moril kepada seluruh petani agar terus giat bekerja dan berusaha meningkatkan kualitas serta kuantitas hasil pertaniannya. Ketahanan pangan adalah kepentingan nasional dan tanggung jawab kita semua, sehingga Polri melalui Bhabinkamtibmas senantiasa ikut berperan serta mendukung setiap program pembangunan di bidang pertanian,” ujar Aipda Hendryck Ediman.

Ia juga menambahkan, kegiatan sambang, pemantauan, dan pengecekan langsung ke lokasi pertanian akan terus dilakukan secara berkala dan berkesinambungan. Langkah ini diharapkan dapat semakin mempererat ikatan silaturahmi serta hubungan kemitraan yang harmonis antara Polri dan masyarakat, khususnya para petani, demi kemajuan dan kesejahteraan bersama.

Sementara itu, perwakilan dari Kelompok Tani Merdeka menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas perhatian, kepedulian, dan dukungan nyata yang diberikan oleh Bhabinkamtibmas terhadap sektor pertanian di desa mereka.

“Kami merasa sangat senang dan bangga karena pihak kepolisian ternyata sangat peduli dan hadir langsung melihat kondisi pertanian kami. Kehadiran Pak Bhabinkamtibmas ini menjadi dorongan semangat yang luar biasa bagi kami, agar semakin rajin dan bersemangat dalam mengelola lahan jagung ini demi hasil panen yang melimpah,” ungkap salah satu anggota kelompok tani dengan penuh rasa syukur.

Melalui berbagai kegiatan serupa, Kepolisian Resor PALI menegaskan kembali komitmen kuatnya untuk terus mendukung seluruh program strategis pemerintah daerah, termasuk di dalamnya penguatan dan pengembangan sektor pertanian, sebagai langkah nyata menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan taraf kesejahteraan seluruh masyarakat Kabupaten PALI.

Selasa, 12 Mei 2026

Pemkab PALI Terus Berkomitmen: Kendalikan Inflasi 2026 dan Perkuat Pendidikan Antikorupsi Secara Penuh

PALI – Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali meneguhkan dan melanjutkan komitmen kuatnya dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus membangun tata kelola pemerintahan yang bersih. Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaan Pemkab PALI dalam rapat pembahasan langkah konkret pengendalian inflasi daerah Tahun 2026, yang dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan peluncuran buku panduan serta bahan ajar pendidikan antikorupsi yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), pada Senin (11/05/2026). Kegiatan nasional ini berlangsung secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting, dan diikuti langsung oleh jajaran pimpinan daerah di ruang rapat utama Pemerintah Kabupaten PALI.

Kehadiran Pemkab PALI dalam forum ini menunjukkan keseriusan dan kelanjutan komitmen yang tak pernah surut dalam mendukung setiap kebijakan pemerintah pusat. Rapat tersebut dihadiri secara langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten PALI, Kartika Yanti, SH., MH. Kehadiran beliau didampingi oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan, Kamriadi, S.Pd., M.Si, Plt. Asisten II, Ristanto Wahyudi, ST., MT, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, sebagai bukti nyata bahwa Pemkab PALI terus menjaga konsistensi keterlibatannya dalam merencanakan dan melaksanakan kebijakan strategis daerah.

Dalam agenda pembahasan pengendalian inflasi, pemerintah pusat memaparkan berbagai langkah strategis lintas sektor yang harus dijalankan daerah guna menjaga stabilitas harga barang dan daya beli masyarakat sepanjang tahun 2026. Pemkab PALI yang sejak awal telah berkomitmen penuh terhadap hal ini, kembali menegaskan akan menjalankan arahan tersebut dengan fokus utama: menjamin ketersediaan pasokan bahan pokok, melancarkan rantai distribusi barang, menjaga harga tetap terjangkau bagi seluruh warga, serta memperkuat komunikasi publik agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan akurat. Komitmen ini bukanlah hal baru, melainkan kelanjutan dari langkah-langkah nyata yang telah dilakukan Pemkab PALI selama ini demi kesejahteraan warga.

Selain membahas isu ekonomi, Kemendagri juga secara resmi meluncurkan buku panduan dan bahan ajar pendidikan antikorupsi. Buku ini disusun sebagai pedoman resmi bagi seluruh pemerintah daerah dalam menanamkan dan membangun budaya integritas sejak dini, baik di lingkungan instansi pemerintahan maupun dunia pendidikan. Bagi Pemkab PALI, pendidikan antikorupsi adalah prioritas yang terus diperjuangkan dan dijadikan landasan utama kerja pemerintahan. Pemkab PALI berkomitmen menjadikan panduan ini alat utama untuk memastikan setiap aparatur dan elemen masyarakat memahami pentingnya nilai kejujuran, kebersihan, dan transparansi.

Sekretaris Daerah Kabupaten PALI, Kartika Yanti, menegaskan kembali bahwa Pemkab PALI tidak hanya sekadar hadir dalam rapat, tetapi terus berkomitmen penuh mendukung seluruh langkah pemerintah pusat, baik dalam hal menjaga stabilitas ekonomi maupun memperkuat budaya antikorupsi di lingkungan kerja pemerintah daerah.

“Komitmen Pemkab PALI dalam mengendalikan inflasi adalah hal yang terus kami pertahankan dan tingkatkan. Hal ini harus dilakukan secara terpadu, mulai dari pengawasan jalur distribusi barang, pemantauan harga secara langsung di lapangan, hingga koordinasi ketat antar seluruh OPD, agar kebutuhan pokok masyarakat selalu terpenuhi dengan harga yang stabil dan terjangkau,” ujar Kartika Yanti, menegaskan konsistensi langkah Pemkab PALI.

Ia juga menambahkan, komitmen yang sama kuatnya diterapkan pada penerapan pendidikan antikorupsi. Menurutnya, nilai-nilai kebersihan dan integritas bukan sekadar program sesaat, melainkan budaya kerja yang harus terus dibangun dan dijaga.

“Melalui peluncuran buku panduan ini, kami semakin mempertegas komitmen Pemkab PALI untuk menerapkan nilai-nilai antikorupsi secara berkelanjutan dan menyeluruh. Baik dalam pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun di lingkungan pendidikan, kami pastikan nilai ini tertanam kuat, sehingga tercipta budaya kerja yang berintegritas tinggi, bersih, dan bebas dari korupsi,” tambahnya dengan tegas.

Sebagai penutup kegiatan ini, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab PALI kembali diingatkan dan diarahkan untuk terus meningkatkan sinergi, kerja sama, dan pengawasan ketat terhadap perkembangan harga kebutuhan pokok di pasaran. Pemerintah daerah juga menegaskan komitmennya untuk memastikan materi pendidikan antikorupsi yang baru diluncurkan ini dapat diimplementasikan secara efektif melalui berbagai program pembinaan, pelatihan, dan sosialisasi yang berkelanjutan di seluruh wilayah Kabupaten PALI. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa Pemkab PALI terus berkomitmen menjadi mitra setia masyarakat dan pemerintah pusat dalam mewujudkan daerah yang sejahtera, amanah, dan bebas dari korupsi.

Polres PALI Kawal Ketat Keberangkatan Jamaah Haji 2026, Berjalan Aman, Lancar dan Kondusif

Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bersama jajaran kepolisian secara resmi melaksanakan pengamanan dan pengawalan pemberangkatan jamaah haji asal daerah tersebut untuk tahun 2026, pada Selasa (12/5/2026). Kegiatan pelepasan berlangsung di lingkungan Pendopoan Bupati PALI, Kecamatan Talang Ubi, dimulai sejak pukul 06.00 WIB hingga selesai, dan sepanjang proses berjalan dalam suasana yang aman, tertib, serta kondusif.

Terdapat sebanyak 31 jamaah haji jalur reguler yang diberangkatkan menuju Embarkasi Palembang, menggunakan satu unit kendaraan pariwisata jenis Jetbus dengan nomor polisi D 7658 AS. Rombongan akan menempuh perjalanan melewati rute: Pendopoan Kabupaten PALI – Simpang Belimbing Muara Enim – Kota Prabumulih – Jalan Tol Prabumulih – Gerbang Tol Kramasan Palembang – Jembatan Musi II – Simpang Empat Sukarami, hingga tiba di tujuan akhir di Asrama Haji Palembang.

Pengamanan dan pengawalan ini dilaksanakan oleh 63 personel gabungan yang berasal dari Polres PALI dan Polsek Talang Ubi, yang pelaksanaannya didasarkan pada Surat Perintah Nomor: Sprint/306/V/HUK.6/2026 tentang Pengamanan dan Pengawalan Rencana Kegiatan Pemberangkatan Jamaah Haji Kabupaten PALI Tahun 2026.

Proses pelepasan jamaah dilakukan secara resmi sekitar pukul 06.30 WIB, yang dipimpin langsung oleh Bupati PALI, didampingi oleh perwakilan dari Kantor Kementerian Agama serta Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten PALI. Selanjutnya, tepat pukul 07.00 WIB, rombongan resmi berangkat menuju Palembang, dengan pengawalan ketat yang melibatkan unsur kepolisian, Dinas Perhubungan, serta Dinas Kesehatan guna menjamin keselamatan sepanjang perjalanan.

Kapolsek Talang Ubi, AKP Ardiansyah, S.H. menyampaikan bahwa langkah pengamanan ini disiapkan secara matang dengan tujuan utama memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar tanpa hambatan berarti.

“Pelaksanaan pengamanan dan pengawalan ini bertujuan untuk menjaga keamanan serta ketertiban selama proses keberangkatan berlangsung, mengantisipasi segala bentuk gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat maupun hambatan yang mungkin terjadi di jalan raya, serta memberikan pelayanan terbaik dan perlindungan penuh agar seluruh jamaah dapat berangkat dengan rasa aman dan nyaman,” tegas AKP Ardiansyah.

Ia juga menambahkan, secara keseluruhan calon jamaah haji asal Kabupaten PALI tahun ini berjumlah 32 orang, yang terdiri dari 31 jamaah reguler dan 1 orang Petugas Haji Daerah (PHD). Seluruh peserta perjalanan ibadah ini tergabung dalam rombongan Kloter 4 yang akan berangkat menuju Tanah Suci Arab Saudi.

Puncak rangkaian kegiatan ini berakhir sekitar pukul 08.00 WIB, di mana seluruh proses pengamanan dan pengawalan dinyatakan telah selesai sepenuhnya dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif, dengan seluruh jamaah telah melanjutkan perjalanan menuju tujuan dengan aman.