PRABUMULIH — Sinergi lintas wilayah dan antar-instansi kembali membuahkan hasil. Pertamina EP Prabumulih Field bersama Pertamina EP Jambi Field serta unsur kepolisian berhasil menggagalkan aksi pencurian minyak ilegal atau illegal tapping di jalur pipa Trunk Line PPP-KM3 Plaju, Desa Cambai, pada Selasa (20/10/2026). Keberhasilan ini sekaligus membongkar jejak aktivitas sindikat pencurian yang beroperasi di beberapa daerah berbeda.
Penggagalan bermula sejak 9 Oktober 2026, ketika tim HSSE Operations PEP Prabumulih Field menerima informasi adanya dugaan aktivitas sindikat pencurian minyak yang berencana beraksi di wilayah Prabumulih, setelah sebelumnya terdeteksi di sejumlah titik di Jambi dan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Informasi ini segera ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama PEP Jambi Field serta Polsek Kota Baru Jambi guna memverifikasi data terduga pelaku yang juga masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kepolisian.
Berkat kesiapan data dan kerja sama yang matang, tim gabungan yang terdiri dari personel PEP Prabumulih Field, Polres Prabumulih, Polsek Tanah Abang, Polsek Bajubang, Polsek Kota Baru Jambi, serta Tim Pengamanan Tertutup Zona 4, bergerak melakukan penindakan di Perumahan Jalan Nias, Kecamatan Prabumulih Timur. Tiga orang terduga pelaku berinisial SH, D, dan RH berhasil diamankan beserta sejumlah barang bukti lengkap, meliputi satu unit mobil bak terbuka, satu unit sepeda motor, peralatan penyambung pipa berukuran 8 dan 10 inchi, selang panjang 100 meter, pipa galvanis, bor listrik, serta peralatan pendukung lainnya.
Pendalaman keterangan pelaku mengungkap fakta bahwa ketiganya diduga terlibat dalam serangkaian aksi pencurian minyak di berbagai lokasi, termasuk empat titik di PALI, jalur Trunk Line Tempino–Plaju, hingga jalur Trunk Line Bajubang–Tempino.
"Kami tidak mentoleransi segala bentuk tindakan yang mengancam keberlangsungan objek vital nasional dan membahayakan masyarakat. Kami berterima kasih kepada PEP Jambi Field dan pihak kepolisian yang telah membantu menjaga keamanan serta keberlangsungan operasi di wilayah kerja kami," ujar Eko Bagus Wibowo, Pjs. Senior Manager PEP Prabumulih Field.
Di hari yang sama, tim HSSE PEP Prabumulih Field juga berhasil menggagalkan pencurian properti di lingkungan Kompleks Pertamina Prabumulih. Saat melakukan patroli rutin, petugas menangkap basah terduga pelaku yang sedang berusaha mengambil barang di rumah dinas seorang pekerja Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI). Barang bukti berupa gergaji besi, linggis, dan pisau diamankan, sementara pelaku diserahkan ke Polsek Prabumulih Barat untuk proses hukum lebih lanjut.
Eko menegaskan bahwa keamanan operasional dan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama pihaknya. "PEP Prabumulih Field akan terus memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum serta pemangku kepentingan untuk memastikan keamanan objek vital nasional dan kelancaran kegiatan operasi hulu migas," tambahnya.
Keberhasilan ini merupakan bukti nyata efektivitas kerja sama lintas wilayah antar-unit di lingkungan Pertamina Hulu Rokan Zona 4 bersama kepolisian dalam menjaga aset dan keamanan masyarakat. PHR Zona 4 sendiri mengelola tujuh wilayah kerja yang tersebar di Provinsi Sumatera Selatan, berkoordinasi di bawah pengawasan SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan.