Senin, 09 Februari 2026

Pemkab Banyuasin Gelar Tasyakuran Swasembada Pangan Sebagai Peringkat I Nasional Peningkatan Produksi Beras


 Realitaterkini.com๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

Bupati Banyuasin Askolani Optimis Banyuasin Bisa Jadi Lumbung Pangan Nomor 1 Nasional

Pangkalan Balai — Wujud rasa syukur atas Penghargaan Peringkat I Nasional Peningkatan Produksi Beras, Pemerintah Kabupaten Banyuasin menggelar Tasyakuran Swasembada Pangan Sebagai Peringkat I Nasional Peningkatan Produksi Beras di Halaman Kantor Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Banyuasin, Senin (9/2/2026).

Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, SH., MH dalam kesempatan istimewa ini menyampaikan rasa suka cita beliau dengan digelarnya tasyakuran ini. “Kami, saya dan Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian, SP berterima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja sama menginisiasi acara Tasyakuran Swasembada Pangan di Kabupaten Banyuasin,” ucapnya.

Askolani menegaskan bahwa Sektor Pertanian merupakan salah satu program unggulan dari Pemerintah Kabupaten Banyuasin yang telah tertuang di dalam misi utama Rencana Pembangunan Jangka Menengah Pemerintah Banyuasin, yaitu “Meningkatkan Perekonomian Daerah Berbasis Pertanian Dalam Banyuasin Prima”.

Untuk mendukung program swasembada pangan maka Pemerintah Kabupaten Banyuasin bekerja sama dengan Pemerintah Pusat dan Provinsi. Tahun 2026 Pemkab Banyuasin memprogramkan peningkatan produksi padi dengan sasaran luas tanam padi seluas  268.543 Hektar. 

“Untuk itu kita semua harus memiliki komitmen yang sama guna tercapainya target tanam tersebut. Dengan demikian harapan kita dapat meningkatkan produksi tahun 2026 khususnya produksi padi sehingga dari peningkatan produksi tersebut sekaligus akan memantapkan Kabupaten Banyuasin sebagai Lumbung Pangan di Provinsi Sumatera Selatan, sebagai penyumbang Lumbung Pangan Nasional dan Banyuasin akan meningkat dari peringkat 2 Menjadi Peringkat 1 sesuai dengan 7 Program Prioritas Pemerintah Kabupaten Banyuasin,” optimisnya.

“Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya berpesan kepada Bapak/Ibu petani untuk tidak melakukan alih fungsi lahan pertanian sawah ke usaha tani lainnya di luar tanaman pangan sehingga lahan untuk memproduksi pangan kita tetap terjaga,” tutupnya.

Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura Banyuasin, Sarip, SP., MM mendukung apa yang telah disampaikan oleh Bupati Banyuasin. “Kami Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura ditekankan Bupati Bapak Askolani untuk terus memantau petani dengan rutin, memberikan penyuluhan kepada petani dan juga berjuang ke kementan untuk bantuan alsintan, benih, dan pupuk serta peningkatan lahan tanam,” singkatnya.

Sementara itu, Kadis DPTPH Provinsi Sumsel, Dr. Ir. H.R. Bambang Pramono, M.Si menjelaskan bahwa Kabupaten Banyuasin memang memiliki lahan tanam yang luas nomor 2 setelah Indramayu dan tanahnya subur. Hal inilah yang menopang Kabupaten Banyuasin menjadi Peringkat I Nasional Peningkatan Produksi Beras.

Sedangkan, Staf Ahli Kementerian Pertanian, Prof. Ir. Dr. Herodian, MS, IPU, APEC. Eng sangat mendukung Kabupaten Banyuasin untuk meningkatkan luas tanam agar kedepan Kabupaten Banyuasin menjadi lumbung pangan nomor 1 nasional. 

Dalam tasyakuran ini juga diberikan Penghargaan kepada Danren 044/GAPO, Bridgen TNI Adri Koesdyanto, Kepala Kantor Wilayah Perum Bulog  Sumselbabel, Mersi Windrayani, SE., M. Ak, Dandim 0430/Banyuasin, Letkol. Inf. Handoyo Yudi Prasetyo, SE., M.HI., M.Han, Kapolres Banyuasin, AKBP. Risnan Aldino, S.IK., M.Si, Kajari Banyuasin, Erni Yusnita, SH., MH, Kepala BPS Banyuasin, Basuki Rahmat, S.ST., M.Stat, Inspektur Banyuasin, Drs. H. Alamsyah Riandah, MH.

Selain itu juga diberikan santunan kepada anak yatim berupa sembako dan pemberian bantuan Pestisida, Herbisida dan Insektisida serta fungisida.


*Man*

KAPOLRES BANYUASIN HADIRI TASYUKURAN PRESTASI PERTANIAN NASIONAL, JAMIN KEAMANAN KEGIATAN


 Realitaterkini.com๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

Banyuasin  – Kapolres Banyuasin, AKBP Risnan Aldino, S.I.K., M.Si., turut hadir dalam acara monitoring tasyukuran atas prestasi gemilang Kabupaten Banyuasin sebagai penghasil gabah dan peningkatan produksi padi nomor satu se-Indonesia. Kehadiran Kapolres menegaskan komitmen Polri dalam mendukung stabilitas dan keamanan sektor strategis nasional, khususnya ketahanan pangan.

Kegiatan yang berlangsung di Dinas Pertanian Kabupaten Banyuasin, Senin (9/2/2026) tersebut, dihadiri pula oleh pejabat tinggi Kementerian Pertanian, pemerintah provinsi, serta pimpinan daerah Banyuasin. Dalam kapasitasnya sebagai perwakilan kepolisian di wilayah, Kapolres Banyuasin hadir bersama Kasat Intelkam Polres Banyuasin, AKP Novidilhan S.H., menunjukkan keseriusan jajarannya dalam pengamanan acara bertaraf nasional ini.

Kehadiran Kapolres Banyuasin dalam forum ini tidak hanya bersifat seremonial. Secara implisit, keikutsertaan beliau dan jajaran menandakan dukungan penuh institusi Polri terhadap pencapaian pembangunan daerah, khususnya di bidang pertanian yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Stabilitas keamanan merupakan pondasi utama agar program-program peningkatan produksi pertanian dapat berjalan lancar tanpa gangguan.

Dalam acara yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga 12.30 WIB tersebut, Kapolres Banyuasin menyaksikan langsung penyerahan piagam penghargaan dan bantuan pestisida dari pemerintah pusat. Keberhasilan acara yang berjalan aman dan kondusif hingga akhir merupakan cerminan dari koordinasi dan pengamanan yang baik dari seluruh unsur, termasuk aparat kepolisian.

“Prestasi Banyuasin sebagai lumbung pangan nasional adalah kebanggaan kita bersama. Kami dari Polres Banyuasin berkomitmen untuk terus menciptakan kondusivitas dan rasa aman, agar petani dan semua stakeholder dapat bekerja dengan tenang untuk mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi ini,” demikian komitmen yang dapat disarikan dari kehadiran Kapolres dalam acara tersebut.

Dan juga ,Bupati Askolani menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh petani dan penyuluh pertanian di Kabupaten Banyuasin. “Keberhasilan ini adalah wujud nyata dedikasi dan kerja keras semua pihak, yang didukung penuh oleh program prioritas Pemerintah Kabupaten Banyuasin, yaitu Banyuasin Makmur,” ucap Bupati.

Ia juga mengapresiasi dukungan Wakil Bupati dan seluruh jajaran pemerintahan. “Posisi nomor satu ini adalah bukti nyata dedikasi Banyuasin dalam mendukung swasembada pangan nasional. Kami akan terus berupaya meningkatkan produktivitas, salah satunya dengan memaksimalkan indeks pertanaman (IP) dari IP 100 menuju IP 200 bahkan IP 300,” tegas Bupati Askolani.

Dukungan ini sejalan dengan tugas Polri dalam melindungi segenap bangsa, termasuk memastikan bahwa sektor vital seperti pertanian dapat berkembang dalam lingkungan yang aman dan tertib. Keberhasilan Banyuasin di bidang pertanian juga merupakan indikator keberhasilan pembinaan kamtibmas oleh Polres setempat, yang turut menciptakan iklim yang mendukung bagi produktivitas masyarakat.



*Man*

Sabtu, 07 Februari 2026

Sekda Banyuasin Hadiri Pelantikan PORDASI Kabupaten Banyuasin


 Realitaterkini.com๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

LANGKAN  - Pengurus Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kabupaten Banyuasin dan Kota Palembang masa bakti 2026 - 2030 secara resmi dilantik dan dikukuhkan, Sabtu (7/2).

Pelantikan dan pengukuhan itu dilakukan langsung Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sekaligus Ketua Pordasi Provinsi Sumsel H. Herman Deru, di Ponpes Qodratullah, Desa Langkan, Kecamatan Banyuasin III, Banyuasin.

Turut mendampingi Ketua Harian Pengurus Provinsi (Pengprov) Pordasi Sumatra Selatan (Sumsel), Ratu Tenny Leriva, Sekretaris Daerah Banyuasin Erwin Ibrahim, Asisten I Banyuasin Aminuddin dan tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Sumsel Herman Deru berharap besar terhadap maju dan meluasnya kegemaran berkuda di Sumatera Selatan ini.

Berkuda ini ada dua dua cluster yaitu gemar berkuda dan olahraga berkuda, tapi untuk menjadikan berkuda sebagai kegemaran masyarakat masih belum dapat dilakukan.

"Kita tahu warga Sumsel ini habitnya bukan berkuda, berbeda dengan daerah NTT, NTB dan Jawa,"jelasnya.

Herman Deru menambahkan kalau berkuda ini imagenya mahal, padahal tidak seperti itu."Mahal itu karena pelihara sendiri, kalau bisa bersama Stable atau Pemkab kudanya bisa murah,"bebernya.

Oleh karena ini, Deru meminta kepada pengurus Pordasi agar dapat mengajak calon calon atlet memberikan informasi kalau berkuda ini tidak mahal.

Sebagai contoh dua atlet Pordasi Sumsel ikut bertanding di perlombaan di Bekasi, Jawa Barat."Itu semua tanding tidak ada kuda, jadi tepis dulu mahal,"tegasnya.

Kemudian Deru meminta kepada Pordasi Banyuasin untuk dapat mencari landasan pacu kuda seluas 1.000 meter dan lebar 20 meter."Kalau di Palembang susah cari lahannya, mungkin di Banyuasin yang tepat,"ungkapnya.

Jika nantinya sudah ada Stable, Deru menginginkan adanya event olahraga berkuda di Provinsi Sumatera Selatan tepatnya di Kabupaten Banyuasin."Kita undang ribuan orang kesini,"bebernya.

Herman Deru juga mengucapkan selamat, Kepada para Pengurus PORDASI Kabupaten Banyuasin dan Kota Palembang Periode 2026-2030 yang telah dilantik dan dikukuhkan ini.

Sekretaris Daerah Banyuasin Erwin Ibrahim mengatakan kepada pengurus Pordasi Banyuasin yang baru dilantik dan dikukuhkan ini agar dapat melahirkan atlet atlet berprestasi.

"Itu harapan kita, sehingga dapat membawa nama Kabupaten Banyuasin ke level nasional bahkan Internasional,"ujarnya.

Erwin menambahkan kalau olahraga berkuda adalah olahraga baik, selain penuh tantangan, juga sebagai olahraga sunnah nabi.

"Jadi selain dapat mengenalkan olahraga ini di tengah masyarakat Banyuasin. Ini juga, sebagai sarana mengolahragakan masyarakat sekaligus mensyiarkan sunnah Rasulullah,"ungkapnya.

Diketahui, Ahmad Kholid Daulay dilantik sebagai Ketua Umum Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kabupaten Banyuasin masa bakti 2026 - 2030 dan Deswana Akbar Ketua Umum Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kota Palembang masa bakti 2026 - 2030.



*Man*

Putus Rantai Tengkulak, Polri Fasilitasi KUR dan Penyerapan Bulog untuk Petani Jagung


 Realitaterkini.com๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

Banyuasin – Dalam upaya strategis memperkuat ketahanan pangan nasional, Polri menggelar rapat koordinasi dengan berbagai lembaga kunci, Jumat (6/2/2026). Rakor yang melibatkan Kementerian Pertanian, Perum Bulog, BPK, Asosiasi Pabrik Pakan Ternak, dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) ini bertujuan membangun ekosistem pertanian jagung pakan ternak yang berkelanjutan, dari hulu hingga hilir.

Rapat yang dipimpin Karobinkar SSDM Polri, Brigjen Langgeng Purnomo selaku Wakil Posko Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri, dan diikuti seluruh gugus tugas Polda se-Indonesia secara daring ini, menjadi momentum konsolidasi. Hal ini menyusul keberhasilan Indonesia mencatatkan tahun tanpa impor jagung untuk pakan ternak pada 2025.

"Rakor ini kami laksanakan untuk konsolidasi dan kolaborasi menjalankan strategi ke depan tahun 2026 menjadi lebih baik lagi," tegas Brigjen Langgeng.

Polri mengambil peran ganda: sebagai fasilitator permodalan dan pelindung harga. Di sisi **hulu**, Polri menjembatani kelompok tani (Poktan) jagung mengakses permodalan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang difasilitasi Himbara. Implementasinya telah berjalan, seperti di Nagreg dan Ciamis (Jawa Barat), di mana petani mendapat kredit untuk menanam dan memperluas lahan.

Danang Andi Wijanarko, Senior Vice President BRI yang mewakili Himbara, mengungkapkan kesiapan penyaluran dana. "BRI sendiri pada tahun 2026 sudah menyiapkan plafon senilai Rp 180 triliun untuk pembiayaan KUR Mikro di bidang pertanian, termasuk ekosistem pertanian jagung," paparnya.

Di sisi **hilir**, Polri melalui Gugus Tugas Ketahanan Pangan memberikan perlindungan dengan menjaga stabilitas harga. Untuk memutus rantai tengkulak yang sering membeli dengan harga rendah, Polri menjalin sinergi dengan Perum Bulog. Bulog akan menyerap hasil panen petani dengan harga yang lebih baik, berdasarkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Brigjen Langgeng Purnomo menjelaskan, "Fokus kami adalah menjaga agar harga jagung di tingkat petani minimal sesuai HPP. Di beberapa wilayah, seperti di Jabar dan Kalsel, kolaborasi ini mendorong harga pembelian mencapai Rp 6.400 per kg sesuai standar HPP Bulog."

Penyerapan oleh Bulog tahun 2026 ditargetkan mencapai 1 juta ton untuk cadangan pangan pemerintah, dengan harga patokan Rp 6.400 per kilogram, sesuai surat dinas internal Bulog.

Program komprehensif ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi jagung nasional dan mengembangkan lahan tidur, tetapi juga membebaskan petani dari ketergantungan pada tengkulak. Dengan pendampingan manajerial yang tepat, diharapkan petani dapat mengelola usaha dengan lebih baik, membayar kredit tepat waktu, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan mereka secara berkelanjutan.

Melalui kolaborasi multi-pihak ini, Polri berharap dapat terus memperkuat kemandirian pangan nasional dan mensejahterakan petani jagung di seluruh Indonesia.


*Man*

Jumat, 06 Februari 2026

Kinerja Gemilang, Lapas Banyuasin Borong Tiga Penghargaan di Rakor Kanwil Ditjenpas Sumsel


 Realitaterkini.com๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

Banyuasin - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin menerima tiga penghargaan dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan dalam Rapat Koordinasi Capaian Kinerja Tahun 2025 dan Rencana Aksi Tahun 2026 yang diselenggarakan pada Kamis (05/02/2026) di Ballroom Hotel Aston Palembang.

Tiga penghargaan yang diraih Lapas Kelas IIA Banyuasin tersebut meliputi Satuan Kerja dengan Ketahanan Pangan Terbaik, Satuan Kerja dengan Capaian Kinerja SAKIP Terbaik, serta Terbaik I pada rapat koordinasi capaian kinerja tahun 2025. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kinerja dan komitmen Lapas Kelas IIA Banyuasin dalam mendukung program pemasyarakatan yang berkelanjutan dan akuntabel.

Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sumatera Selatan, Erwedi Supriyatno, kepada Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin, Tetra Destorie, di hadapan seluruh pimpinan satuan kerja pemasyarakatan se-Sumatera Selatan.

Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin, Tetra Destorie, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas penghargaan yang diterima. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh jajaran Lapas Kelas IIA Banyuasin.

“Penghargaan ini merupakan buah dari kerja bersama seluruh pegawai Lapas Kelas IIA Banyuasin. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat program ketahanan pangan, serta menjaga akuntabilitas dan kualitas pelayanan pemasyarakatan", ujar Tetra Destorie.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan mendukung penuh kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, khususnya dalam pelaksanaan rencana aksi tahun 2026.

Melalui capaian ini, Lapas Kelas IIA Banyuasin diharapkan dapat terus menjadi satuan kerja yang konsisten dalam memberikan kontribusi positif bagi sistem pemasyarakatan, sekaligus menjadi contoh penerapan tata kelola pemerintahan yang baik di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan.


*Man*

Kapolres Banyuasin Tegaskan Proses Hukum Dua Dugaan Pelanggaran Berat Anggotanya, Ancaman PTDH


 Realitaterkini.com๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

Banyuasin – Kapolres Banyuasin, bersama jajaran pimpinan, secara resmi menyampaikan bahwa proses pemeriksaan internal dan sidang kode etik terhadap salah satu anggotanya ber inisial , Briptu RM , sedang ditangani secara serius. Hal ini ditegaskan dalam pertemuan dengan mitra media yang digelar di Aula Tantya Sudirajati, Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Proses hukum ini dilaksanakan menyusul laporan dari seorang Bhayangkari Polres Banyuasin ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Sumatera Selatan. Oknum anggota tersebut dilaporkan atas dua dugaan pelanggaran berat, yaitu penelantaran keluarga dan perselingkuhan.

Dalam pertemuan yang dihadiri Kapolres Banyuasin, Wakapolres, Kasi Humas, serta perwakilan mitra media, Kapolres menegaskan komitmennya untuk menindak tegas tanpa pandang bulu.

“Tidak akan ada pandang bulu kepada personel kami, Kalau dia melakukan kesalahan dan terbukti melakukan kesalahan, pasti akan diproses . Dan proses ini bisa menjadi efek deterrens (efek jera) kepada personel Polres Banyuasin untuk tidak menyakiti hati keluarganya,” tegas Kapolres.

Menanggapi permintaan dari mitra media agar sidang kode etik dilakukan secara terbuka untuk menghindari simpang siur informasi, Kapolres menyatakan, “Untuk sidang akan kami laksanakan secara terbuka. Untuk jadwal akan kami tentukan kemudian, silahkan langsung menghubungi Pak Kasi Humas terkait jadwal dan perkembangan proses pemeriksaannya,” jawabnya tegas.

Kapolres Banyuasin menegaskan bahwa proses hukum internal ini mencerminkan komitmen pimpinan untuk menindak tegas setiap anggota yang diduga melanggar aturan, baik etik maupun disiplin. Langkah ini diambil guna menjaga citra, integritas, dan kepercayaan publik terhadap institusi Polri secara keseluruhan. Briptu RM terancam sanksi berat, termasuk Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH), jika terbukti bersalah dalam pemeriksaan yang sedang berlangsung.



*Man*

 *Polres Banyuasin Gelar Kurve Bersama di Masjid Jumhuriyah dan Pasar Rakyat Pangkalan Balai*


 Realitaterkini.com๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

Polres Banyuasin bersama anggota Koramil Pangkalan Balai melaksanakan kegiatan kurve atau kerja bakti bersama sebagai tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang disampaikan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas).

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 6 Februari 2026, dan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, dengan dua lokasi kegiatan, yakni Masjid Jumhuriyah serta di sekitar Pasar Rakyat Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin.

Kurve bersama ini menyasar pembersihan lingkungan tempat ibadah dan fasilitas umum, khususnya area masjid dan kawasan pasar, dengan tujuan menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman, serta meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan ruang publik.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Samapta Polres Banyuasin, AKP Sugeng Sarwan, Dan didampingi Danramil Pangkalan Balai, Kapten Erwin Suhaimi, serta diikuti oleh personel Polres Banyuasin dan anggota Koramil Pangkalan Balai.

AKP Sugeng Sarwan mengatakan, kegiatan tersebut menindak lanjuti dari arahan Presiden Republik Indonesia.

“Kegiatan kurve ini dilaksanakan atas arahan dan perintah Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, yang disampaikan pada saat Rakernas. Kami di daerah menindaklanjuti arahan tersebut melalui kegiatan nyata di lapangan,” ujar AKP Sugeng Sarwan.

Ia menambahkan, melalui kegiatan ini diharapkan terjalin nya sinergitas yang semakin kuat antara TNI dan Polri, sekaligus memberikan contoh kepada masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di tempat ibadah dan pusat aktivitas masyarakat.

Kegiatan kurve berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar, serta mendapat sambutan positif dari masyarakat di sekitar Masjid Jumhuriyah dan Pasar Rakyat Pangkalan Balai.


*Man*