PRABUMULIH — Isu dugaan hubungan tidak profesional antara seorang perwira di salah satu perusahaan BUMN di Kota Prabumulih dengan seorang admin kontraktor yang bekerja di lingkungan perusahaan tersebut, kini menjadi sorotan hangat di kalangan internal perusahaan. Kabar ini telah beredar sekitar satu bulan terakhir, namun hingga saat ini belum ada klarifikasi resmi maupun kejelasan mengenai kebenaran informasi tersebut.
Seorang sumber yang mengetahui perihal ini mengungkapkan, beredar laporan bahwa kedua pihak tersebut tercatat beberapa kali bepergian bersama ke sejumlah kota, antara lain Palembang, Lampung, dan Bogor. Selain itu, muncul pula informasi mengenai adanya aliran dana atau pembayaran kepada pihak admin kontraktor tersebut.
"Informasi yang kami terima, keduanya disebut beberapa kali bepergian ke sejumlah kota, di antaranya Palembang, Lampung, dan Bogor. Bahkan muncul pula informasi mengenai adanya pembayaran kepada admin kontraktor tersebut," ungkap sumber tersebut kepada awak media, Rabu (19/8/2026).
Hingga saat ini, seluruh informasi tersebut masih sebatas keterangan pihak yang mengetahui dan belum dapat diverifikasi kebenarannya secara independen. Sumber tersebut mendesak manajemen perusahaan untuk segera melakukan klarifikasi dan pemeriksaan internal secara menyeluruh guna memastikan kebenaran isu yang beredar.
"Kalau memang terbukti ada pelanggaran terhadap aturan perusahaan, tentunya harus ada tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku. Namun jika tidak benar, informasi ini juga wajib diluruskan agar tidak merugikan pihak-pihak yang bersangkutan," tegasnya.
Sumber menilai, persoalan ini penting untuk segera ditelusuri karena menyangkut profesionalisme, integritas, serta citra dan nama baik perusahaan BUMN di mata publik.
Terpisah, salah satu pihak dari lingkungan perusahaan membenarkan bahwa pihak internal telah menerima informasi terkait isu tersebut dan saat ini sedang dalam proses penelusuran kebenarannya.
"Kita tengah menyelidiki kebenaran informasi tersebut. Informasi itu memang sudah kami terima," ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari manajemen perusahaan BUMN terkait identitas pihak-pihak yang disebut maupun hasil pemeriksaan atas informasi tersebut. Awak media masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari pihak terkait untuk memastikan fakta sekaligus memberikan ruang klarifikasi kepada pihak-pihak yang disebut dalam isu ini.
