Selasa, 07 Juli 2026

Korban Diduga Tenggelam di Sungai Kedukan Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Sungai Musi


 Realitaterkini.com๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

*Banyuasin* – Setelah dilakukan pencarian selama tiga hari oleh tim gabungan, seorang warga Desa Sungai Kedukan, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, yang sebelumnya dilaporkan hilang dan diduga tenggelam akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Korban berinisial I.S. (34) ditemukan pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB di Perairan Sungai Musi, Kelurahan Tangga Takat, Kecamatan Seberang Ulu II, Kota Palembang.

Sebelumnya, korban dilaporkan hilang pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 13.00 WIB setelah diduga pergi menuju sungai yang berada di belakang rumahnya di Desa Sungai Kedukan. Berdasarkan informasi keluarga, korban diketahui memiliki gangguan kejiwaan serta keterbatasan dalam berjalan.

Sejak laporan diterima, Polsek Rambutan bersama Basarnas Provinsi Sumatera Selatan, BPBD Kabupaten Banyuasin, pemerintah desa, dan masyarakat melakukan pencarian intensif dengan menyisir aliran Sungai Komering hingga wilayah Desa Sungai Dua.

Jenazah korban ditemukan pertama kali oleh dua anak buah kapal tongkang pasir yang sedang berada di Perairan Sungai Musi. Mengetahui adanya sesosok tubuh mengapung di dekat kapal, keduanya segera melaporkan temuan tersebut kepada petugas kepolisian perairan.

Mendapat informasi tersebut, tim gabungan segera melakukan koordinasi dan menuju RS Bhayangkara Palembang untuk proses identifikasi serta penjemputan jenazah sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino, S.I.K., M.Si., melalui Kasi Humas IPTU Abu Bakar, S.H., menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta mengapresiasi seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses pencarian.

"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Terima kasih kepada Basarnas, BPBD, pemerintah desa, relawan, dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan. Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama terhadap anggota keluarga yang memerlukan pengawasan khusus," ujar IPTU Abu Bakar.

Usai proses identifikasi, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka di Desa Sungai Kedukan, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, guna dimakamkan.

Selama proses pencarian hingga evakuasi berlangsung, situasi tetap aman, tertib, dan kondusif.



*Man*

LSM APM Audiensi ke SMAN 1 Prabumulih, Minta Transparansi dan Kumpulkan Data Pelaksanaan SPMB

PRABUMULIH – Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Prabumulih Menggugat (APM) terus menindaklanjuti berbagai aspirasi dan keluhan yang disampaikan masyarakat terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di lingkungan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) dan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) se-Kota Prabumulih.

Keluhan yang paling banyak diterima berkaitan dengan akses masuk ke sekolah-sekolah yang diminati masyarakat, di mana sejumlah siswa mengaku kesulitan untuk dapat diterima meskipun telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam ketentuan yang berlaku.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum LSM APM Adi Susanto, SE didampingi Sekretaris Jenderal Rendi Barlindo beserta jajaran pengurus, melaksanakan audiensi langsung ke SMAN 1 Prabumulih pada Selasa (7/7/2026). Kedatangan rombongan disambut secara terbuka oleh Kepala Sekolah Alfran Sanius bersama jajaran dewan guru dan staf tata usaha sekolah.

Dalam pertemuan tersebut, Adi Susanto secara tegas meminta pihak sekolah untuk menerapkan prinsip keterbukaan informasi terkait seluruh rangkaian proses SPMB. “Kami meminta agar data dan proses pelaksanaan SPMB dapat disajikan secara jelas dan transparan kepada publik. Apabila seluruh tahapan telah dilaksanakan sesuai petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan yang berlaku, maka informasi tersebut seharusnya dapat dipertanggungjawabkan dengan baik kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa langkah ini bukan bertujuan untuk menyudutkan pihak sekolah, melainkan sebagai upaya pengawasan guna memastikan tidak terjadi penyimpangan, kecurangan, atau praktik yang merugikan hak siswa dan orang tua.

Selama jalannya audiensi, tim LSM APM juga melakukan pengecekan silang terhadap data yang dimiliki sekolah serta mendokumentasikan proses tersebut dalam bentuk rekaman sebagai bagian dari pengumpulan bahan dan bukti yang sah. “Data yang kami telusuri sudah kami cocokkan langsung di tempat dan didokumentasikan dengan tertib. Ini akan menjadi dasar yang kuat bagi kami untuk menentukan langkah lanjutan,” jelas Adi.

Lebih lanjut ia menyampaikan, hasil pengumpulan data ini nantinya akan disusun menjadi laporan resmi dan disampaikan kepada instansi berwenang di tingkat provinsi. “Informasi ini akan kami sampaikan ke Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Pemerintah Provinsi melalui Gubernur, hingga Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan agar dapat ditinjau dan ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan masing-masing lembaga,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Prabumulih Alfran Sanius menyampaikan bahwa pihak sekolah telah melaksanakan seluruh rangkaian penerimaan siswa baru mengacu pada peraturan yang berlaku. “Kami menjalankan SPMB berdasarkan jalur yang telah ditetapkan, yaitu zonasi, afirmasi, prestasi, dan perpindahan tugas orang tua. Semua proses dijalankan melalui sistem terpadu yang ditentukan oleh dinas pendidikan,” terangnya.

Ia juga menegaskan kesiapan pihak sekolah untuk mendukung prinsip transparansi, namun tetap harus mengikuti batasan dan mekanisme yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. “Kami terbuka untuk berkoordinasi dan memberikan penjelasan, namun tetap harus mematuhi ketentuan terkait kerahasiaan dan prosedur resmi yang berlaku,” pungkas Alfran.

Audiensi berlangsung dalam suasana yang santun, terbuka, dan dialogis. LSM APM berharap kegiatan ini dapat mendorong terciptanya sistem penerimaan siswa baru yang semakin transparan, akuntabel, serta menjunjung tinggi keadilan dan kesempatan yang sama bagi seluruh warga pendidikan di Kota Prabumulih.

PKRI Kota Prabumulih Perdalam Investigasi Dugaan Ketidaktertiban Pengusahaan Migas, Komit Kawal Hingga Ada Kejelasan

PRABUMULIH – Markas Komando Daerah Penerus Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI) Kota Prabumulih tengah melaksanakan proses pendalaman dan investigasi secara menyeluruh terhadap sejumlah temuan yang mengindikasikan adanya ketidaktertiban serta kejanggalan dalam pelaksanaan kegiatan pengusahaan minyak dan gas bumi (migas) di wilayah hukum dan lingkup kewenangan Kota Prabumulih.

Upaya ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan pengawasan terhadap jalannya kegiatan usaha yang menyangkut sumber daya alam strategis, yang diharapkan dapat memberikan manfaat sebesar‑besarnya bagi kesejahteraan masyarakat daerah serta berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang‑undangan yang berlaku. Tim yang dibentuk telah mengumpulkan informasi awal, mencatat berbagai laporan yang masuk, serta melakukan verifikasi terhadap data‑data yang ada guna memastikan kebenaran setiap indikasi yang ditemukan.

Ketua PKRI Kota Prabumulih, Arief Ahong, menegaskan bahwa proses ini tidak akan berhenti di tahap pengumpulan data semata. “Kami akan terus mengawal permasalahan ini secara bertahap dan konsisten, hingga seluruh fakta terungkap secara jelas dan mendapatkan tanggapan yang pasti serta solusi nyata dari pihak‑pihak terkait, baik pengelola lapangan maupun instansi yang memiliki kewenangan mengawasi sektor migas,” ujarnya saat memberikan keterangan pers di kantor markas PKRI setempat, Senin (6/7/2026).

Ia menambahkan bahwa langkah ini diambil untuk menjaga kepentingan umum, memastikan tidak ada penyimpangan yang merugikan pendapatan daerah maupun hak masyarakat, serta mendorong terciptanya tata kelola usaha migas yang lebih transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab di wilayah Prabumulih. Pihaknya juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi atau laporan tambahan yang relevan guna melengkapi proses pendalaman yang sedang berjalan.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap kegiatan pengusahaan migas di sini berjalan pada jalur yang benar. Jika ditemukan pelanggaran, kami akan mendesak adanya tindak lanjut yang tegas dan sesuai hukum. Pengawasan ini adalah tanggung jawab kita bersama agar kekayaan alam daerah ini memberikan dampak positif yang nyata,” pungkas Arief Ahong.

Sampai saat ini, tim investigasi masih terus melanjutkan pengumpulan data dan komunikasi dengan berbagai pihak untuk mendapatkan gambaran yang utuh, sebelum menentukan langkah lanjutan yang paling tepat dan efektif.

Senin, 06 Juli 2026

Polres Banyuasin Selidiki Dugaan Penembakan Karyawan Tambang di Rantau Bayur


 Realita terkini.com๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

Banyuasin – Satreskrim Polres Banyuasin bersama Polsek Rantau Bayur tengah melakukan penyelidikan atas dugaan tindak pidana penganiayaan menggunakan senapan angin yang mengakibatkan seorang karyawan perusahaan tambang mengalami luka berat di bagian kepala.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 23.00 WIB di lokasi Tambang Serumpun PT BCM, Desa Paldas, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin.

Korban berinisial S.B. (34), seorang operator alat berat, diduga ditembak oleh orang tidak dikenal saat sedang beristirahat dan makan malam di dalam kabin ekskavator. Ketika pintu kabin dibuka, pelaku diduga langsung melepaskan tembakan yang mengenai bagian kepala sebelah kiri korban.

Korban segera dievakuasi ke RSUD Banyuasin untuk mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, proyektil peluru masih berada di dalam kepala korban dan dijadwalkan menjalani tindakan operasi untuk pengangkatan proyektil.

Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino, S.I.K., M.Si. Melalui Kasi Humas IPTU Abu Bakar, S.H menegaskan bahwa jajaran kepolisian bergerak cepat melakukan serangkaian penyelidikan guna mengungkap pelaku dan motif di balik kejadian tersebut.

"Kami telah memerintahkan Satreskrim bersama Polsek Rantau Bayur untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Seluruh saksi telah dimintai keterangan dan olah tempat kejadian perkara terus dilakukan guna mengungkap pelaku serta motif kejadian ini," ujar Kapolres Banyuasin

Sejumlah langkah kepolisian telah dilakukan, di antaranya mendatangi dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), berkoordinasi dengan pihak perusahaan, mengumpulkan keterangan saksi-saksi, memastikan korban memperoleh perawatan medis, serta meningkatkan patroli dan pengamanan di kawasan operasional PT BCM.

Hingga saat ini, identitas pelaku masih dalam penyelidikan. Polres Banyuasin memastikan proses pengungkapan kasus akan terus dilakukan secara profesional untuk memberikan kepastian hukum serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.


*Man*

Polisi Bersama Warga Lakukan Pencarian Korban Diduga Diterkam Buaya di Sungai Desa Teluk Betung

 

Realitaterkini.com๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

*Banyuasin* – Personel Polsek Pulau Rimau bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima laporan adanya seorang warga yang diduga diterkam buaya saat beraktivitas di perairan Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, pada Senin (6/7/2026) dini hari.

Korban berinisial I.N. (25), warga asal Jawa Barat. Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa terjadi sekitar pukul **01.53 WIB** saat korban bersama tiga rekannya sedang melakukan perbaikan kemudi jukung di tepi sungai.

Ketika hendak membantu rekannya, korban turun ke dalam air. Namun, sesaat kemudian korban diduga diterkam seekor buaya dan hingga laporan awal diterima, korban belum ditemukan.

Mendapatkan informasi tersebut, personel Polsek Pulau Rimau langsung mendatangi lokasi kejadian, berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan, serta bersama warga melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi.

Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino, S.I.K., M.Si. mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai maupun anak sungai yang berpotensi menjadi habitat buaya.

"Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di perairan, terutama pada malam hari. Apabila melihat keberadaan satwa liar yang membahayakan, segera laporkan kepada aparat setempat agar dapat segera ditindaklanjuti," ujar Kapolres Banyuasin

Hingga saat ini, personel Polsek Pulau Rimau bersama warga masih melakukan pencarian terhadap korban. Kepolisian juga terus memberikan imbauan kepada masyarakat agar mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sekitar sungai serta menghindari lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya.



*Man*

Sabtu, 04 Juli 2026

Wabup Netta Tinjau Korban Kebakaran, Imbau Warga Waspada

 

Realitaterkini.com๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

Banyuasin III – Wakil Bupati Banyuasin, Ir. Netta Indian, S.P., didampingi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Dinkes, Lurah dan Camat Banyuasin III, mengunjungi rumah milik M. Yusuf (60) yang mengalami kebakaran pada Jumat (3/7) sekitar pukul 08.10 WIB. Dalam peristiwa tersebut, rumah milik Rohadi yang berada di samping lokasi juga turut terdampak.

Pada kesempatan itu, Wabup Netta menyampaikan rasa prihatin kepada para korban serta mendoakan agar diberikan ketabahan dan rezeki yang lebih baik atas musibah yang dialami. Pemerintah Banyuasin juga memberikan bantuan pokok. Berdasarkan informasi di lapangan, kebakaran diduga disebabkan oleh arus pendek listrik atau kebocoran tabung gas.

Wabup juga meminta Camat untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada musim kemarau.

"Saya turut prihatin atas musibah yang dialami Bapak M. Yusuf dan keluarga. Semoga Allah SWT memberikan ketabahan dan mengganti rezeki yang hilang dengan yang lebih baik. Saya juga mengimbau seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama di musim panas seperti sekarang. Pastikan peralatan listrik dan kompor dimatikan apabila tidak digunakan untuk mencegah terjadinya kebakaran," ujar Wabup Netta.

‎ 



*Man*

Rabu, 01 Juli 2026

Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Banyuasin Teguhkan Komitmen Polri untuk Masyarakat


Realitaterkini.com๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

Banyuasin – Polres Banyuasin menggelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dengan mengusung tema “Polri Untuk Masyarakat” di Lapangan Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Jalan Komplek Perkantoran Pemkab Banyuasin, Pangkalan Balai, Rabu (1/7/2026).

Upacara dipimpin langsung oleh Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino, S.I.K., M.Si. selaku Inspektur Upacara dan dihadiri unsur Forkopimda, TNI, instansi vertikal, kepala OPD, jajaran pejabat utama Polres Banyuasin, personel Polri, ASN, serta Bhayangkari Cabang Banyuasin. Kehadiran lintas instansi tersebut menjadi simbol kuatnya kolaborasi dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan mendukung pembangunan di Kabupaten Banyuasin.

Rangkaian upacara berlangsung khidmat diawali dengan penghormatan pasukan, pemeriksaan pasukan, mengheningkan cipta, pengucapan Tri Brata, penyampaian amanat Inspektur Upacara, hingga pembacaan doa dan menyanyikan Hymne Polri. Setelah upacara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan Polisi Cilik (Pocil) dan Patroli Keamanan Sekolah (PKS).

Dalam amanatnya, Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino, S.I.K., M.Si. menegaskan bahwa tema “Polri Untuk Masyarakat” menjadi pengingat bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Hari Bhayangkara ke-80 juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Polres Banyuasin berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan yang profesional, humanis, dan responsif demi mendukung pembangunan serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar, mencerminkan semangat kebersamaan dalam memperingati Hari Bhayangkara ke-80 di Kabupaten Banyuasin.



*Man*