Realitaterkini.com ๐๐
SEMBAWA, 20 Juni 2026 – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H / 2026, masyarakat Desa Purwosari, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai wujud nyata pelestarian warisan budaya leluhur serta memperkuat nilai‑nilai keagamaan dan kebersamaan warga. Pembiayaan kegiatan bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026.
Acara dilaksanakan hari Sabtu, 20 Juni 2026, dimulai pukul 19.00 WIB hingga selesai, bertempat di Balai Desa Purwosari.
Turut hadir menyaksikan pagelaran ini Camat Sembawa, Bapak Drs. Erman Taufik,,M,M,. Bpk H. Slamet somosentoso, S,H., kepala desa Purwosari Bapak Pujo Widodo beserta seluruh perangkat desa, serta pengurus dan anggota BPD Desa Purwosari, Lembaga ADAT ,tokok agama, dan masyarakat sekitar sembawa.
Pagelaran ini mendatangkan dalang Ki Edy Subagyo, SE, yang membawakan lakon utama berjudul “Wahyu Katentreman” dengan gaya pertunjukan khas Gagrak Ngayogyakarto. Untuk menambah kemeriahan dan kekayaan seni pertunjukan, turut tampil bintang tamu penyanyi senior , Tumpuk Suryani, yang membawakan lagu‑lagu populer dan bernuansa budaya.
Dalam sambutannya, Camat Sembawa, Drs. Erman Taufik, M.M. mengapresiasi inisiatif pemerintah desa dan warga. “Kegiatan seperti ini sangat positif, karena selain melestarikan budaya, juga menjadi sarana menyatukan warga dalam suasana keagamaan. Semoga seni wayang tetap hidup dan menjadi kebanggaan kita semua,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Purwosari, Pujo Widodo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud pengelolaan Dana Desa yang tepat sasaran. “Kami ingin pembangunan tidak hanya fisik, tetapi juga budaya dan karakter. Lakon ‘Wahyu Katentreman’ mengajarkan kita tentang kedamaian dan persatuan, nilai yang sangat kita butuhkan,” tegasnya.
Ketua Panitia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar hiburan semata, melainkan wadah silaturahmi antarwarga, sarana pendidikan karakter, serta upaya menjaga keberlangsungan seni tradisi di tengah derasnya arus perkembangan zaman dan teknologi.
Seluruh warga Desa Purwosari, masyarakat sekitar Kecamatan Sembawa, serta Kabupaten Banyuasin diundang untuk hadir, menyaksikan, dan meramaikan acara. Diharapkan kehadiran warga dapat menciptakan suasana aman, tertib, dan penuh kekeluargaan selama pertunjukan berlangsung.
Kegiatan ini juga menjadi bukti komitmen pemerintah desa dan warga dalam memanfaatkan Dana Desa untuk pembangunan sosial‑budaya yang bermanfaat langsung bagi kemajuan dan identitas desa.
Edtor:*(MAN)*
