Kamis, 30 April 2026

Pemkab Banyuasinโ€“PWM Sumsel Bahas Cetak Sawah hingga Akses Infrastruktur


 Realitaterkini.com๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

Pangkalan Balai – Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, S.H., M.H., didampingi oleh Sekretaris Daerah Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim, S.T., M.M., M.B.A., IPU., ASEAN Eng., menyambut baik kunjungan audiensi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Selatan yang berlangsung di Ruang Rapat Presiden, Guest House Rumah Dinas Bupati Banyuasin, Rabu (29/4).

Audiensi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan PWM Sumsel khususnya dalam mendukung pembangunan daerah di berbagai sektor seperti kesehatan, infrastruktur dan ketahanan pangan. Dalam pertemuan ini, kedua belah pihak membahas berbagai potensi kerja sama yang nantinya akan dilakukan kedepannya. 

Dalam diskusinya, Pimpinan PWM Sumsel, H. Ridwan Hayattudin, S.H., M.H., menyampaikan sejumlah program dan kebutuhan, termasuk penguatan sektor pertanian melalui dukungan lahan cetak sawah yang ingin dibuat oleh PWM Sumsel hingga perbaikan sistem irigasi. Selain itu, PWM Sumsel juga menanyakan harapan adanya serapan beras terkait kerjasama dengan SPPG dengan sekolah Muhammaddiyah. 

"Kami ingin untuk dapat bersinergitas bersama Pemerintah Daerah, yang disini untuk mendukung PWM untuk dapat mengolah lahan cetak sawah, tak hanya itu nanti gabah yang dihasilkan untuk dapat digunakan pihak SPPG untuk MBG di sekolah-sekolah Muhammaddiyah," ujar Ridwan. 

Ia juga menyampaikan terkait sinergi di bidang infrastruktur, tak lain kondisi dari akses menuju fasilitas klinik yang telah dimiliki, namun masih terkendala akses jalan yang belum mengalami pengerasan sehingga butuh adanya perbaikan. 

Menanggapi hal tersebut, Bupati Banyuasin menyatakan komitmennya untuk mendukung berbagai program Muhammadiyah. Ia menegaskan bahwa Banyuasin memiliki potensi besar di sektor pertanian dengan sekarang yang memiliki luas lahan sawah mencapai sekitar 189 ribu hektare. Selain itu, Banyuasin sekarang juga tercatat sebagai salah satu daerah dengan produksi padi tertinggi di Indonesia.

Namun demikian, ia mengakui bahwa produktivitas per hektare masih kurang sehingga masih perlu ditingkatkan kembali, tapi berkacamata dengan lahan yang ada di Pulau Jawa, dirinya yakin untuk dapat meningkatkan produksi padi per hektare. 

“Saat ini produktivitas kita masih di bawah 5,3 ton per hektare, sementara di Pulau Jawa sudah ada yang mencapai hingga 11 ton per hektare. Jika ini bisa kita tingkatkan, saya optimis Banyuasin bisa menjadi nomor satu, mengingat banyak lahan di Pulau Jawa yang sudah dialih fungsi menjadi pusat industri, sebab karena itulah sinergi ini saya sangat dukung” ujar Askolani.

Terkait infrastruktur, khususnya akses jalan menuju fasilitas kesehatan, Bupati menjelaskan bahwa kewenangan pembangunan perlu disesuaikan dengan aturan yang berlaku. Untuk jalan desa, perbaikan menjadi tanggung jawab pemerintah desa yang kemudian dapat disinergikan dengan pemerintah daerah maupun pusat.

"Terkait masalah jalan itu sudah ada tanggung jawabnya, apalagi itu termasuk di jalan desa. Sehingga, menjadi tanggung jawab Pemerintah Desa terlebih dahulu untuk memperbaiki baru kemudian dilanjutkan kepada Pemerintah Daerah," tambah Askolani. 

Di akhir pertemuan, Bupati Banyuasin menyarankan untuk PWM Sumsel untuk dapat berkomunikasi teknis lanjutan dilakukan bersama perangkat daerah terkait, guna memastikan setiap rencana kerja sama dapat terealisasi secara optimal dan berkelanjutan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Staf Ahli Bupati Bidang Infrastruktur, Ekonomi, dan SDA, Dr. H. Salni Pajar, S.Ag., M.H.I., Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Banyuasin, Sarip, S.P., M.M., Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Banyuasin Hj. Ida Bahagia, S.H., M.M., dan para tamu undangan.


*Man*

Rabu, 29 April 2026

Polres Banyuasin Gelar FGD Transformasi Kepemimpinan Polri di Era Digital, Sespim Lemdiklat RI Jadi Narasumber


 Realitaterkini.com๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

*Banyuasin* – digitalisasi yang semakin masif, jajaran Kepolisian Resor Banyuasin menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) sekaligus Penelitian Tahap I dari Sespim Lemdiklat Polri Tahun Ajaran 2026. Kegiatan yang mengusung judul strategis “Transformasi Kepemimpinan Polri di Era Digitalisasi dalam Pengelolaan Keamanan Faktual Dunia Baru” ini berlangsung khidmat di Aula Sanika Satyawada Polres Banyuasin, Rabu (29/4/2026).

Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Banyuasin, AKBP Risnan Aldino, S.I.K., M.Si., dan dihadiri oleh Ketua Tim Penelitian dari Sespim Lemdiklat Polri, Brigjen Pol Defrian Donimando, S.I.K., M.H. Turut hadir seluruh Pejabat Utama (PJU) Polres Banyuasin, para Kapolsek jajaran, Perwira dan Bintara, serta sejumlah responden eksternal yang terdiri dari tokoh masyarakat dan mitra kepolisian.

Kegiatan diawali dengan pembacaan doa dan penayangan video Selayang Pandang Sespim Lemdiklat Polri. Dalam sambutannya, Kapolres Banyuasin, AKBP Risnan Aldino, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dipilihnya Polres Banyuasin sebagai lokus penelitian.

"Kami menyambut baik kegiatan ini. Era digital membawa tantangan baru dalam keamanan,  , kejahatan siber, hingga dinamika sosial yang berubah cepat. Transformasi kepemimpinan Polri bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Saya berharap hasil FGD ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi peta jalan kebijakan SDM Polri ke depan," ujar Kapolres dalam kata sambutannya.

Sementara itu, Ketua Tim Penelitian Sespim Lemdiklat Polri, Brigjen Pol Defrian Donimando, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa penelitian ini  menjawab tantangan VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) di dunia baru pasca-pandemi dan ledakan teknologi digital.

"Apa yang kita lakukan hari ini bukan sekadar diskusi biasa. Ini adalah bagian dari proses merumuskan ulang gaya kepemimpinan Polri yang adaptif, humanis, namun tetap tegas. Pengelolaan keamanan faktual saat ini harus berbasis data dan kolaborasi publik. Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Polres Banyuasin yang telah memfasilitasi penelitian tahap I ini dengan sangat baik," ujar Brigjen Pol Defrian.

Puncak acara ditandai dengan pemberian plakat penghargaan dari Sespim Lemdiklat Polri kepada Kapolres Banyuasin, dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Setelah itu, kegiatan berlanjut ke inti acara, yakni penyampaian materi dan diskusi interaktif (FGD) yang berlangsung hangat. Para peserta aktif bertukar pikiran mengenai tantangan kepemimpinan digital, pengawasan berbasis daring, hingga strategi membangun kepercayaan publik di ruang maya.

seluruh rangkaian acara berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Tidak ditemukan kendala berarti selama proses diskusi.

Acara resmi ditutup pada siang hari dengan harapan hasil penelitian tahap I ini dapat segera ditindaklanjuti untuk menciptakan model kepemimpinan Polri yang lebih modern dan responsif terhadap perubahan zaman.


*Man*

Rekrutmen PTC Disorot, LSM APM Minta Transparan dan Awasi Independen

PRABUMULIH – Proses rekrutmen tenaga kerja PT Chandra Asri (PTC) yang bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Prabumulih menjadi sorotan tajam dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Peduli Masyarakat (APM). Organisasi ini mendesak agar seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara transparan dan melibatkan pengawasan tim independen demi menjaga integritas.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum LSM APM, Adi Susanto, didampingi Ketua DPD LSM APM, Abi Rahmat Rizki, kepada awak media, Rabu (29/4/2026). Keduanya menegaskan bahwa keterbukaan informasi menjadi kunci utama untuk meminimalisir potensi kecurangan yang mungkin terjadi.

Menurut Adi Susanto, pengawasan harus dilakukan secara menyeluruh tanpa celah, mulai dari tahap seleksi administrasi, ujian tertulis, hingga proses wawancara.

“Seluruh proses harus dilakukan secara terbuka. Dengan adanya pengawasan yang ketat, kita bisa memastikan rekrutmen berjalan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku, serta bebas dari praktik kecurangan,” ujar Adi.

Lebih jauh, pihaknya juga meminta agar LSM APM dilibatkan langsung dalam tim pengawas. Hal ini sebagai bentuk partisipasi publik untuk memastikan seleksi berjalan objektif dan menjaga kepercayaan masyarakat.

Selain soal transparansi, LSM APM juga mendorong agar kebijakan afirmatif diterapkan dengan memprioritaskan tenaga kerja lokal. Khususnya bagi warga yang tinggal di wilayah Ring 1 atau area sekitar operasional perusahaan.

“Kami berharap tenaga kerja lokal di Ring 1 menjadi prioritas utama, terutama di wilayah operasional dan sekitarnya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPD LSM APM, Abi Rahmat Rizki, menekankan pernyataan yang lebih keras. Ia menilai, tanpa transparansi dan pengawasan independen, proses rekrutmen sangat rawan disusupi praktik-praktik yang tidak sehat.

“Jangan sampai rekrutmen ini hanya menjadi formalitas atau sekadar memenuhi administrasi saja. Kami tidak ingin ada permainan, titipan, atau praktik tidak adil yang justru merugikan masyarakat lokal,” tegas Abi.

Ia juga memperingatkan, jika nantinya ditemukan indikasi kejanggalan atau kecurangan, pihaknya tidak akan tinggal diam. LSM APM siap mengambil langkah hukum dan menindaklanjuti sesuai peraturan yang berlaku.

“Kalau kami menemukan ada kejanggalan, tentu akan kami sikapi secara serius. Bisa kami laporkan, bahkan kami dorong untuk ditindaklanjuti. Ini menyangkut hak masyarakat Prabumulih untuk mendapatkan pekerjaan secara adil,” tandasnya.

Sebagai langkah konkret, LSM APM juga meminta agar DPRD Kota Prabumulih turun tangan. Pihak legislatif diminta untuk memanggil Disnaker dalam rangka melakukan konfirmasi dan memastikan proses rekrutmen berjalan transparan serta akuntabel.

“Kami berharap DPRD bisa memanggil Disnaker. LSM APM akan terus mengawal agar rekrutmen ini benar-benar transparan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.(Emma)

Satbinmas Polres PALI Gelar Lomba Pos Satkamling, Dorong Partisipasi Aktif Masyarakat Jaga Kamtibmas

PALI – Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dengan menggelar kegiatan Lomba Pos Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) antar Polsek. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (28/4/2026), bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta kesiapsiagaan warga dalam menjaga keamanan lingkungan secara mandiri.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai ini dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres PALI, AKP Hendrinadi, SH., MH, didampingi oleh dua personel Satbinmas. Tim penilai melakukan kunjungan dan penilaian langsung di empat lokasi desa yang menjadi perwakilan, meliputi Desa Sedupi Kecamatan Tanah Abang, Desa Babat Kecamatan Penukal, Desa Sukarame Kecamatan Penukal Utara, serta Desa Talang Akar Kecamatan Talang Ubi.

Dalam pelaksanaannya, tim Satbinmas tidak hanya melakukan penilaian fisik dan administrasi pos, tetapi juga menilai kesiapan personel Satkamling berdasarkan standar operasional dan daftar periksa (checklist) yang telah ditetapkan oleh Binmas Polda Sumatera Selatan. Penilaian ini mencakup kelengkapan sarana prasarana, kerapian administrasi, hingga kedisiplinan anggota.

Selain proses penilaian, agenda kegiatan juga dimanfaatkan untuk memberikan penyuluhan dan edukasi kamtibmas kepada para anggota Satkamling dan masyarakat setempat. Materi yang disampaikan mencakup strategi patroli, cara deteksi dini ancaman keamanan, hingga prosedur pelaporan kejadian. Tidak hanya itu, pihak kepolisian juga menyerahkan sejumlah sarana pendukung kontak komunikasi guna memperlancar koordinasi antar anggota di lapangan.

Fokus pada Peningkatan Sinergi dan Kualitas Pengamanan

AKP Hendrinadi dalam keterangannya menjelaskan bahwa kegiatan lomba ini bukan semata-mata ajang kompetisi, melainkan sebuah strategi pembinaan. Melalui lomba ini, diharapkan terjadi peningkatan kualitas dari setiap Pos Satkamling yang ada di wilayah hukum Polres PALI.

“Kegiatan lomba Pos Satkamling ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan secara mandiri. Selain itu, ini juga sebagai upaya memperkuat sinergi yang baik antara Polri dan masyarakat,” ujar AKP Hendrinadi.

Ia menambahkan, Pos Satkamling merupakan salah satu pilar vital dalam sistem keamanan berbasis masyarakat (community policing). Oleh karena itu, keberadaannya harus terus dibina, didukung, dan ditingkatkan kualitasnya agar dapat berfungsi maksimal.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap anggota Satkamling semakin memahami tugas dan tanggung jawabnya. Kehadiran mereka sangat penting dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman, tertib, dan kondusif di lingkungan masing-masing,” tambahnya.

Kegiatan tersebut berjalan lancar dan dihadiri penuh antusiasme oleh jajaran kepolisian dari masing-masing Polsek, mulai dari PS Kanit Binmas hingga Kanit dan Panit Binmas setempat, serta para Kepala Desa dan seluruh anggota Satkamling di wilayah tersebut.

Hasil Positif dan Harapan ke Depan

Dari hasil kegiatan yang dilaksanakan, terlihat bahwa anggota Satkamling di keempat desa tersebut mampu menyerap materi penyuluhan dengan baik dan menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka juga menyatakan komitmen untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam bertugas.

Polres PALI berharap, melalui kegiatan rutin seperti lomba Pos Satkamling ini, peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan dapat semakin optimal. Dengan adanya kemitraan yang kuat antara warga dan kepolisian, diharapkan tercipta suasana lingkungan yang aman, damai, dan bebas dari gangguan kamtibmas di seluruh wilayah Kabupaten PALI.

Selasa, 28 April 2026

Patroli Jalan Kaki Sat Samapta Polres Banyuasin Ciptakan Kondusifitas Wilayah, Antisipasi Gangguan Kamtibmas


 Realita terkini.com๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

*Banyuasin* – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif, Satuan Samapta (Sat Samapta) Polres Banyuasin menggelar kegiatan patroli jalan kaki (patroli jatanras) pada Selasa (28/4/2026). Patroli yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB ini difokuskan pada antisipasi tindak pidana kejahatan jalanan atau yang dikenal dengan istilah rawan 3C (Curat, Curas, dan Curanmor).

Kegiatan ini dilandasi sejumlah dasar hukum, antara lain Undang-Undang Kepolisian Nomor 2 Tahun 2002 tentang tugas pokok Polri, serta Peraturan Kapolri (Perkap) No. 01 Tahun 2017 tentang patroli. Selain itu, pelaksanaan patroli juga merujuk pada Surat Perintah Kasat Samapta Nomor: Sprin / 19 /III/ PAM. 3.3./ 2026 dan hasil Kirka Intelkam Polres Banyuasin bulan April 2026.

Patroli yang dipimpin langsung oleh personel Sat Samapta, yakni Bripka Irpan D, Bripda Ridho M, Bripda Dio S, dan Bripda MP Dirgantara, menyasar dua lokasi strategis di wilayah Kabupaten Banyuasin. Kedua lokasi tersebut adalah Pasar Pagi Pangkalan Balai yang merupakan pusat aktivitas ekonomi masyarakat, serta wilayah hukum (Wilkum) Polres Banyuasin

Pelaksanaan patroli jalan kaki Sat Samapta Polres Banyuasin berlangsung lancar dan kondusif. Tidak ditemukan adanya tindak pidana, serta potensi gangguan keamanan dapat diredam melalui sinergi antara patroli preventif dan pemanfaatan pengaduan 110.

"Himbauan kami sampaikan agar masyarakat tetap waspada, tidak meninggalkan kendaraan dengan barang berharga, dan segera melaporkan melalui call center 110 jika melihat hal mencurigakan. Segera hubungi 110 adalah akses cepat masyarakat ke polisi," ujar Bripka Irpan D di lokasi patroli.

Selama patroli berlangsung, para personel tidak hanya melakukan monitoring dan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, tetapi juga aktif memberikan himbauan-himbauan kamtibmas kepada masyarakat yang dijumpai. Himbauan tersebut antara lain mengajak warga untuk selalu waspada terhadap lingkungan sekitarnya, tidak meninggalkan barang berharga di kendaraan, serta segera melaporkan kepada pihak berwajib jika melihat hal-hal mencurigakan.

Kasat Samapta Polres Banyuasin dalam laporannya yang ditujukan kepada Dir Samapta Polda Sumsel menyampaikan bahwa secara keseluruhan kegiatan patroli berlangsung aman, tertib, dan lancar.

"Hasil yang dicapai selama patroli sangat memuaskan. Personel Sat Samapta berhasil menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat dan memastikan tidak ada potensi gangguan keamanan yang signifikan. Tidak ditemukan adanya tindak pidana maupun potensi gangguan yang dapat mengganggu stabilitas kamtibmas di Kabupaten Banyuasin," demikian kutipan laporan resmi tersebut.


*Man*

Catut Kesempatan Saat Memberi Makan, Pria di Banyuasin Diduga Curi Burung Lovebird dan Conure Senilai Rp17 Juta


 Realitaterkini.com๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

*Banyuasin* – Aksi pencurian dua ekor burung eksotis bernilai puluhan juta rupiah terjadi di Palembang Bird Park, Komplek OPI Mall, Kabupaten Banyuasin. Seorang pria berinisial PM (25) diamankan Unit Reskrim Polsek Rambutan setelah terbukti mencuri seekor Lovebird biola biru dan seekor Conure green cheeked dari kandang aviary taman burung tersebut.

Peristiwa pencurian pertama kali diketahui oleh manajemen CV. Nature Fun selaku pengelola Palembang Bird Park pada hari Rabu (22/04/2026) sekitar pukul 19.17 WIB. Kerugian akibat kejadian ini ditaksir mencapai Rp17.000.000 (tujuh belas juta rupiah).

Kapolsek Rambutan, IPTU Harmoko S.H., M.H., melalui laporan resmi yang diterima Kapolres Banyuasin pada Kamis (23/04/2026) menjelaskan bahwa pelaku beraksi dengan cara yang tergolong nekat.

"Pelaku berinisial PM, warga Desa Sukaraja, Kecamatan Suak Tapeh, Kabupaten Banyuasin, melakukan pencurian dengan tangan kosong saat sedang memberi makan burung-burung tersebut. Ia menangkap langsung dua ekor burung dari dalam kandang aviary," tulis IPTU Harmoko dalam narasi laporan polisi bernomor LP / B - 06/ IV / 2026 / SPKT / POLDA SUMSEL/POLRES BA/ POLSEK RAMBUTAN.

Setelah menerima laporan langsung dari Manager Operasional Palembang Bird Park, Dina Juliana (19), polisi segera bergerak cepat. Kapolsek memerintahkan Kanit Reskrim beserta jajaran untuk mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Kamis siang (23/04/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Bersama manajer, petugas berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan berarti.

Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti yang sangat krusial, antara lain, Satu ekor burung jenis Green cheek conure, Satu ekor burung jenis Lovebird, Dua buah sangkar burung besi berwarna hitam.

"Kedua ekor burung tersebut merupakan koleksi berharga dari CV. Nature Fun. Beruntung, masih bisa kami selamatkan bersama pelaku," tambah laporan tersebut.

Saat ini, pelaku PM telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Rambutan. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk seorang wanita berinisial M, guna melengkapi berkas perkara.

Tersangka dijerat dengan Pasal 476 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHPidana) tentang pencurian. Pihak Kepolisian Sektor Rambutan berencana untuk segera melengkapi administrasi penyidikan (Mindik) sebelum melimpahkan kasus ini ke tahap penuntutan.

Atas kejadian ini, Kapolsek Rambutan mengimbau para pengelola tempat wisata dan fasilitas umum di wilayah Banyuasin untuk lebih meningkatkan sistem pengawasan, terutama di area-area yang rawan akses tidak berwenang.

Hingga saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di ruang Unit Reskrim Polsek Rambutan. Rencana tindak lanjut adalah melengkapi berkas perkara (Mindik).


*Man*

Latihan Negosiator dan Dalmas Polres Banyuasin, Siaga Hadapi Kejadian Kontingensi


 Realitaterkini.com๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

Banyuasin – Satuan Samapta Polres Banyuasin menggelar latihan Tim Negosiator serta Pasukan Dalmas Awal dan Dalmas Lanjut di Lapangan Apel Mapolres Banyuasin, Senin (27/4/2026). Latihan yang dipimpin Kasat Samapta AKP Sugeng Sarwan, S.H. ini diikuti 40 personel sesuai Sprin Kapolres Banyuasin.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB ini bertujuan menyiapkan personel menghadapi aksi massa yang bersifat kontingensi (keadaan darurat tak terduga). Materi diberikan oleh AKP Sugeng Sarwan, Iptu Faisol, dan Aiptu Adi Hartoni, S.H. meliputi Perkap No. 16/2006, Perkap No. 2/2019, serta Perkap No. 4/2025 tentang penanganan aksi penyerangan terhadap Polri.

Kasat Samapta memberikan gambaran kepada personel mengenai tiga kondisi kritis di lapangan Hijau (aman), Kuning (potensi ricuh), dan Merah (anarkisme massal)—serta kapan waktu yang tepat untuk bergeser masuk maupun keluar dari barisan. Khusus untuk situasi kontingensi, personel dilatih untuk melakukan mobilitas cepat, pengambilan keputusan taktis dalam waktu singkat, serta koordinasi instan antara tim negosiator dan pasukan dalmas.

Para personel dilatih pembagian tim (Dalmas Awal, Dalmas Lanjut, tim negosiator, pembawa AWC), pengecekan perlengkapan, serta simulasi kondisi hijau, kuning, dan merah beserta strategi pergeseran pasukan.

"Latihan ini memberikan gambaran SOP kepada personel saat menghadapi aksi massa kontingensi. Anggota harus tahu tugas pokok masing-masing dan meningkatkan mental jika terjadi kondisi darurat di lapangan," ujar AKP Sugeng.

Hasil yang diharapkan antara lain meningkatnya kemampuan teknis dan strategi personel, serta kesiapan mental dalam menghadapi berbagai situasi kerumunan. Kapolres Banyuasin juga menghimbau seluruh anggota Dalmas untuk selalu siaga.


*Man*