Selasa, 07 Juli 2026

PKRI Kota Prabumulih Perdalam Investigasi Dugaan Ketidaktertiban Pengusahaan Migas, Komit Kawal Hingga Ada Kejelasan

PRABUMULIH – Markas Komando Daerah Penerus Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI) Kota Prabumulih tengah melaksanakan proses pendalaman dan investigasi secara menyeluruh terhadap sejumlah temuan yang mengindikasikan adanya ketidaktertiban serta kejanggalan dalam pelaksanaan kegiatan pengusahaan minyak dan gas bumi (migas) di wilayah hukum dan lingkup kewenangan Kota Prabumulih.

Upaya ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan pengawasan terhadap jalannya kegiatan usaha yang menyangkut sumber daya alam strategis, yang diharapkan dapat memberikan manfaat sebesar‑besarnya bagi kesejahteraan masyarakat daerah serta berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang‑undangan yang berlaku. Tim yang dibentuk telah mengumpulkan informasi awal, mencatat berbagai laporan yang masuk, serta melakukan verifikasi terhadap data‑data yang ada guna memastikan kebenaran setiap indikasi yang ditemukan.

Ketua PKRI Kota Prabumulih, Arief Ahong, menegaskan bahwa proses ini tidak akan berhenti di tahap pengumpulan data semata. “Kami akan terus mengawal permasalahan ini secara bertahap dan konsisten, hingga seluruh fakta terungkap secara jelas dan mendapatkan tanggapan yang pasti serta solusi nyata dari pihak‑pihak terkait, baik pengelola lapangan maupun instansi yang memiliki kewenangan mengawasi sektor migas,” ujarnya saat memberikan keterangan pers di kantor markas PKRI setempat, Senin (6/7/2026).

Ia menambahkan bahwa langkah ini diambil untuk menjaga kepentingan umum, memastikan tidak ada penyimpangan yang merugikan pendapatan daerah maupun hak masyarakat, serta mendorong terciptanya tata kelola usaha migas yang lebih transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab di wilayah Prabumulih. Pihaknya juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi atau laporan tambahan yang relevan guna melengkapi proses pendalaman yang sedang berjalan.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap kegiatan pengusahaan migas di sini berjalan pada jalur yang benar. Jika ditemukan pelanggaran, kami akan mendesak adanya tindak lanjut yang tegas dan sesuai hukum. Pengawasan ini adalah tanggung jawab kita bersama agar kekayaan alam daerah ini memberikan dampak positif yang nyata,” pungkas Arief Ahong.

Sampai saat ini, tim investigasi masih terus melanjutkan pengumpulan data dan komunikasi dengan berbagai pihak untuk mendapatkan gambaran yang utuh, sebelum menentukan langkah lanjutan yang paling tepat dan efektif.

0 komentar: