Selasa, 23 Juni 2026

Buka Job Fair Kabupaten Banyuasin, Bupati Dr. H Askolani Bertekad Tekan Angka Pengangguran


 Realitaterkini.com๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

PANGKALAN BALAI  -- Bupati Banyuasin Dr. H Askolani, SH., MH  membuka Job Fair 2026 yang berlangsung di Gedung Graha Sedulang Setudung, pada Selasa, 23 Juni 2026. Acara yang mempertemukan puluhan perusahaan terkemuka dengan ribuan pencari kerja lokal yang ada di Kabupaten Banyuasin.

Dalam sambutannya, Bupati Dr. H. Askolani menegaskan bahwa penyelenggaraan Job Fair ini merupakan salah satu langkah strategis dan komitmen nyata pemerintah daerah dalam mempercepat penyerapan tenaga kerja, sekaligus menekan angka pengangguran terbuka di wilayah Kabupaten Banyuasin.

"Job Fair ini merupakan jembatan emas bagi para pencari kerja Banyuasin untuk mendapatkan peluang karier di dunia kerja. Kami ingin memastikan investasi yang masuk ke daerah berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat, salah satunya lewat penyerapan tenaga kerja lokal secara maksimal," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa tantangan ke depan bukan hanya menyediakan lapangan kerja, tetapi juga menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap bersaing di era digital. Oleh karena itu, Pemkab Banyuasin terus mendorong balai latihan kerja untuk menyelaraskan keahlian yang diajarkan dengan kebutuhan riil industri saat ini.

Hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sumatera Selatan H. Indra Bangsawan, S.H., M.M, turut memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan gerak cepat Pemerintah Kabupaten Banyuasin. 

Menurutnya, sinergi antara pemerintah Kabupaten Banyuasin dan Provinsi Sumsel sangat krusial dalam memetakan potensi serta kebutuhan pasar kerja berskala regional maupun nasional.

"Kami dari Pemerintah Provinsi Sumsel sangat mengapresiasi komitmen Bupati dan jajaran Pemkab Banyuasin. Pengentasan pengangguran tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Apa yang dilakukan hari ini adalah bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang membutuhkan pekerjaan. Kami di tingkat provinsi siap terus mendukung melalui program-program pelatihan sertifikasi dan perluasan informasi pasar kerja yang terintegrasi," tegasnya. 

Acara ini berlangsung selama 30 hari, mulai dari tanggal 23 Juni  hingga 24 Juni 2026, dan terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya apa pun (gratis). Pemkab Banyuasin mengimbau para pencari kerja untuk memanfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya dan tetap menjaga ketertiban selama acara berlangsung.

Sebanyak 2.117 lowongan kerja tersedia dari 30 perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Banyuasin, memberikan kesempatan bagi para pencari kerja untuk menemukan pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi dan minat mereka.

Melalui kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha, diharapkan tercipta lebih banyak kesempatan kerja yang berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. 



*Man*

Minggu, 26 April 2026

Hadiri Diskusi Kedaerahan, Empat Anggota DPRD PALI Dapil 6 Serap Aspirasi Masyarakat Tanah Abang

PALI – Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai kegiatan diskusi kedaerahan yang digelar pada Minggu sore, 26 April 2026, di Kecamatan Tanah Abang. Forum yang diinisiasi oleh Forum Pemuda dan Mahasiswa Kecamatan Tanah Abang ini menjadi wadah penting dalam menjembatani aspirasi masyarakat dengan para wakil rakyat.

 

Hadir secara langsung dalam kesempatan tersebut keempat Anggota DPRD Kabupaten PALI dari Daerah Pemilihan (Dapil) 6 Tanah Abang, yaitu Muhammad Rizal, Adi Warsito, Sarnubi, dan Afriansyah. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata komitmen untuk mendengar langsung keluhan, harapan, dan masukan dari masyarakat yang diwakilinya.

Diskusi berlangsung dinamis, terbuka, dan tanpa sekat. Beragam isu strategis dan persoalan mendesak di wilayah Tanah Abang disampaikan secara rinci oleh masyarakat dan perwakilan pemuda. Sejumlah poin krusial yang menjadi sorotan utama antara lain:

1. Permasalahan Ketenagakerjaan: Tingginya angka pengangguran baik lulusan SMA maupun sarjana, yang dinilai memerlukan sinkronisasi kebijakan dan pembentukan Peraturan Daerah tentang Ketenagakerjaan.

2. Infrastruktur dan Lingkungan: Belum meratanya penerangan jalan, masalah banjir rutin di aliran Sungai Lematang, drainase yang belum optimal, serta belum tersedianya fasilitas TPA dan unit pemadam kebakaran (Damkar) yang memadai.

3. Pelayanan Publik: Keluhan terkait lambannya pelayanan administrasi dan keterbatasan fasilitas kesehatan di RS Pratama Tanah Abang.

4. Isu Lingkungan Hidup: Dugaan pencemaran aliran sungai yang mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat, serta potensi wisata dan ekonomi kreatif yang belum maksimal dikembangkan.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Muhammad Rizal mengapresiasi terselenggaranya forum ini. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya pemuda, untuk terus bersinergi dan mendukung pemerintah daerah dalam percepatan pembangunan, baik di sektor infrastruktur, sumber daya manusia, maupun ekonomi.

Sementara itu, Adi Warsito menegaskan pentingnya kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa pemekaran wilayah dan dapil sebelumnya bertujuan agar tidak terjadi kesenjangan pembangunan, dan kini masyarakat berharap para legislator dapat benar-benar menjadi corong aspirasi rakyat.

Suasana diskusi semakin akrab saat Sarnubi menanggapi aspirasi dengan gaya komunikatif, bahkan merespons pantun yang dilontarkan peserta forum. Terkait persoalan banjir, ia menyampaikan bahwa solusi relokasi dan pembangunan jalan lingkar menjadi opsi yang dikaji. Ia juga membeberkan bahwa usulan pembangunan pos Damkar dan TPA sebenarnya telah disetujui namun masih terkendala efisiensi anggaran.

“Jangan jenuh mengkritik kami. Kami terbuka dan tidak anti kritik. Justru kritik yang membangun sangat kami harapkan untuk perbaikan ke depan,” ujar Sarnubi.

Di sisi lain, Afriansyah beserta peserta lainnya juga menyoroti isu pencemaran Sungai Bongen. Mereka menyampaikan keprihatinan mendalam terkait pernyataan yang menyebut air sungai aman dikonsumsi, yang dinilai tidak sesuai dengan fakta dan perjuangan masyarakat sejak lama.

Diskusi berlangsung khidmat hingga sore hari. Acara ditutup dengan pembacaan kesimpulan hasil diskusi, penandatanganan berita acara, serta sesi foto bersama. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal yang konkret dan berkelanjutan demi kemajuan Kecamatan Tanah Abang dan Kabupaten PALI secara keseluruhan.