PALI – Menyambut datangnya musim kemarau yang berisiko memicu kebakaran, Polres PALI berkolaborasi dengan PT Musi Hutan Persada (MHP) menggelar kegiatan Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Kelompok Tani Hutan (KTH) dalam upaya Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Hutan, Lahan, dan Tanaman. Acara ini dilaksanakan di Mapolsek Talang Ubi pada Selasa (2/6/2026) dan dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, perwakilan perusahaan, para anggota kelompok tani hutan, serta awak media. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menghadapi potensi bencana karhutla di wilayah tersebut.
Tidak hanya berbagi pengetahuan dan wawasan terkait penanganan dini kebakaran, kegiatan ini juga ditandai dengan penyerahan bantuan sarana pendukung berupa 34 unit tangki semprot yang diserahkan langsung kepada perwakilan Kelompok Tani Hutan. Peralatan ini diharapkan dapat menjadi alat bantu nyata bagi masyarakat di lapangan untuk mencegah dan memadamkan api sejak dini.
Kapolsek Talang Ubi, AKP Ardiansyah, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergitas antara kepolisian, pihak perusahaan, pemerintah, dan masyarakat luas dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup sekaligus mengantisipasi risiko kebakaran yang kian meningkat saat cuaca sedang panas dan kering.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan Kelompok Tani Hutan dalam mencegah serta mengendalikan kebakaran hutan, lahan, dan tanaman. Selain itu, kami juga ingin membangun kesadaran dan rasa tanggung jawab bersama agar semua pihak peduli dan berperan aktif menjaga lingkungan di sekitarnya,” ujar AKP Ardiansyah.
Menurutnya, isu karhutla harus menjadi perhatian utama dan tanggung jawab kolektif. Kondisi cuaca yang semakin panas dan kering berpotensi memperbesar risiko terjadinya kebakaran yang jika dibiarkan, dapat merusak lingkungan serta menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat maupun berbagai pihak terkait. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas dan kesiapan KTH sangat diperlukan agar mereka mampu bertindak cepat dan tepat saat menghadapi situasi darurat.
“Kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi meluas akibat musim kemarau bukanlah ancaman yang bisa dianggap remeh. Dampaknya merusak ekosistem dan merugikan banyak pihak. Maka dari itu, kami pastikan para anggota KTH memiliki bekal kemampuan yang cukup untuk mencegah dan menanggulangi potensi kebakaran tersebut,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Divisi Business Development PT MHP, Rahmat Irawan, menegaskan bahwa upaya menjaga kawasan hutan dari ancaman api tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kerja sama yang erat dan komitmen kuat antara perusahaan, masyarakat, pemerintah, dan aparat keamanan agar langkah-langkah pencegahan dapat berjalan efektif dan hasilnya terasa nyata.
“Pencegahan karhutla butuh kerja sama semua elemen. Tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Sinergi antara perusahaan, warga, pemerintah, dan aparat keamanan adalah kunci utama agar upaya menjaga hutan dan lahan dari kebakaran dapat terlaksana dengan baik dan berkelanjutan,” ungkap Rahmat Irawan.
Berlangsung selama dua jam, tepatnya mulai pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB, kegiatan ini dipenuhi dengan sesi pemaparan materi edukatif, diskusi interaktif, serta sesi tanya jawab yang membahas langkah-langkah strategis dalam mencegah dan menangani kebakaran sejak dini. Secara keseluruhan, seluruh rangkaian acara berjalan dengan aman, tertib, dan lancar hingga selesai.

0 komentar: