PRABUMULIH – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Peduli Masyarakat (APM) meminta Pemerintah Kota Prabumulih, melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), untuk memperbaiki pola penyampaian informasi program pelatihan kerja. Selama ini, ketergantungan yang berlebihan pada media sosial dinilai belum mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata.
Ketua LSM APM, Adi Susanto, SE, didampingi Ketua DPD Abi Rahmat Rizki dan Sekretaris Jenderal Rendi Barlindo, menegaskan bahwa informasi pelatihan — baik yang bersumber dari program perusahaan migas maupun instansi lainnya — seharusnya disampaikan secara lebih luas hingga ke tingkat kelurahan, desa, serta jajaran RT dan RW.
"Kami meminta setiap kelurahan dan desa memiliki perwakilan yang bisa mengikuti pelatihan. Informasi jangan hanya disampaikan melalui media sosial, tetapi juga melalui surat resmi ke kelurahan dan desa agar diteruskan kepada RT dan RW. Dengan begitu, masyarakat yang benar-benar membutuhkan bisa mendapatkan informasi," ujar Adi.
Menurutnya, tidak semua warga memiliki akses atau aktif menggunakan media sosial. Akibatnya, banyak kalangan kurang mampu yang sebenarnya memiliki potensi dan keterampilan, justru tidak mengetahui adanya kesempatan berharga tersebut.
APM juga meminta Wali Kota Prabumulih menginstruksikan agar setiap kegiatan pelatihan yang dilaksanakan Disnaker wajib disampaikan secara resmi kepada pemerintah kelurahan dan desa. Hal ini agar penyebaran informasi lebih merata dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat.
"Kalau hanya lewat media sosial, menurut kami itu belum adil. Banyak masyarakat yang tidak melihat informasi tersebut. Karena itu harus ada mekanisme yang lebih terbuka agar semua memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti pelatihan," tegasnya.
Adi menambahkan bahwa masyarakat kini semakin kritis terhadap penyelenggaraan program pemerintah. Oleh karena itu, setiap kegiatan yang menyangkut kepentingan publik harus disosialisasikan secara terbuka, transparan, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
LSM APM berharap ke depan Disnaker Prabumulih dapat melibatkan pemerintah kelurahan, desa, hingga tingkat RT/RW dalam menyebarluaskan informasi pelatihan kerja. Dengan demikian, program peningkatan kompetensi tenaga kerja diharapkan benar-benar tepat sasaran dan manfaatnya dapat dirasakan oleh warga yang paling membutuhkan.

0 komentar: