PRABUMULIH – Pemerintah Kota Prabumulih bersama Perusahaan Daerah Petro Prabu menggelar sosialisasi penutupan Meter Ruang Servis (MRS) dan pengelolaan jaringan gas rumah tangga (Jargas). Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya kehilangan gas atau Unaccounted Gas (UAG), sekaligus meningkatkan keamanan penggunaan jaringan gas di tengah masyarakat. Acara berlangsung di Gedung Kesenian Rumah Dinas Wali Kota Prabumulih pada Kamis (4/6/2026).
Kegiatan yang bersifat strategis ini dihadiri oleh berbagai unsur pemangku kepentingan, di antaranya Asisten I Pemerintah Kota Prabumulih Aris Supriadi yang mewakili Wali Kota Prabumulih H. Arlan, Kepala Kejaksaan Negeri Prabumulih, perwakilan Polres Prabumulih, para camat, lurah, hingga ketua RT dan RW yang menjadi ujung tombak penyampaian informasi ke tingkat warga.
Direktur PD Petro Prabu, Heriyanto, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah melaksanakan penataan dan pemetaan ulang menyeluruh terhadap jaringan gas rumah tangga yang ada. Langkah ini diambil secara khusus untuk mendeteksi dan mengidentifikasi potensi kehilangan gas yang selama ini belum tercatat dalam sistem pengelolaan.
Untuk memudahkan pemeriksaan di lapangan dan penanganan permasalahan yang ditemukan, wilayah pelayanan akan dibagi ke dalam beberapa blok pengawasan terpadu.
“Kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor ke nomor layanan pengaduan jika aliran gas terhenti atau tidak mengalir, terutama setelah kami melakukan proses penataan jaringan. Tim kami bersiaga penuh selama 24 jam dan dibagi dalam tiga kelompok kerja yang siap turun ke lapangan kapan pun dibutuhkan,” ungkap Heriyanto.
Ia kembali mengingatkan bahaya yang mengancam keselamatan jika warga melakukan perubahan atau penyambungan instalasi gas secara mandiri tanpa pengawasan teknis. Modifikasi sambungan yang dipasang di luar batas meteran gas dinilai sangat berisiko menimbulkan kebocoran yang sulit terdeteksi.
“Hal yang paling kami khawatirkan adalah penggunaan instalasi yang tidak sesuai standar keselamatan. Jika terjadi kebocoran dan di sekitarnya terdapat sumber api sekecil apa pun, dampaknya bisa sangat fatal mulai dari kebakaran hingga ledakan. Oleh karena itu, kami memohon bantuan ketua RT dan RW untuk terus menyampaikan hal ini kepada seluruh warga di lingkungan masing-masing,” tegasnya.
Dalam paparannya, Heriyanto juga mengungkapkan hasil evaluasi dan pemantauan yang dilakukan selama satu bulan terakhir. Dari kegiatan tersebut ditemukan adanya ketidaksesuaian data pendaftaran pelanggan. Sebanyak ratusan warga yang terhubung dengan jaringan gas ternyata belum teridentifikasi secara resmi dalam data induk perusahaan.
Temuan lain yang tak kalah penting adalah masih banyaknya sambungan gas yang dipasang tanpa izin dan tidak tercatat dalam sistem. Bahkan, tim pendapatan menemukan sejumlah instalasi gas yang sengaja disembunyikan, baik di balik lemari, kolong tempat tidur, sudut dapur, hingga ditutup menggunakan terpal agar tidak terlihat.
“Temuan seperti ini menjadi fokus utama kami untuk ditertibkan. Selain merugikan secara ekonomi, cara pemasangan seperti itu sangat membahayakan keselamatan penghuni rumah dan lingkungan sekitar. Penertiban ini dilakukan agar pengelolaan jaringan gas menjadi lebih aman, tertib, dan datanya akurat,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Prabumulih H. Arlan yang diwakili Asisten I Aris Supriadi menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi ini. Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena Wali Kota tidak dapat hadir secara langsung dikarenakan sedang melaksanakan tugas kedinasan penting di luar daerah.
Aris menegaskan bahwa keberadaan jaringan gas rumah tangga merupakan salah satu program andalan yang memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Prabumulih. Kendati demikian, pengelolaan jaringan yang tersebar luas dan menjangkau banyak rumah tangga tentu menghadirkan tantangan tersendiri yang tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap terjalin kerja sama yang erat dan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, PD Petro Prabu, aparat penegak hukum, serta seluruh lapisan masyarakat. Bersama-sama kita dukung pengelolaan jaringan gas yang aman, tertib, dan dapat terus dinikmati dalam jangka panjang,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta aktif dalam proses pendataan dan pengawasan. Warga diminta tidak segan-segan melaporkan jika menemukan adanya indikasi penyalahgunaan jaringan gas maupun mendapati instalasi yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan bersama.
Sosialisasi ini menjadi langkah nyata dalam upaya meningkatkan keselamatan penggunaan gas sekaligus menekan angka kehilangan gas yang tidak tercatat, sehingga pelayanan jaringan gas rumah tangga di Kota Prabumulih dapat berjalan lebih baik dan bermanfaat secara maksimal bagi seluruh warga.

0 komentar: