PENUKAL, PALI – Desa Sukaraja, Kecamatan Penukal, benar-benar bersinar pada Selasa (30/12/2025)! Ribuan warga berkumpul dengan wajah penuh senyum menggelar Sedekah Bedusun,sebuah tradisi leluhur yang telah menyatukan mereka turun temurun sambil menyaksikan momen bersejarah peresmian Graha Embung dengan kedatangan Wakil Bupati PALI, Iwan Tuaji.
Tak hanya warga lokal yang memenuhi setiap sudut lokasi acara. Hadir pula Asisten I Pemerintah Kabupaten, Camat Penukal beserta jajarannya, kepala desa dari seluruh kecamatan, perangkat desa, tokoh adat yang menjaga nilai-nilai lokal, dan tokoh agama yang menyemarakkan nuansa kebersamaan. Semua datang dengan satu tujuan: merayakan persaudaraan yang tak terputus dan membangun fondasi masa depan desa bersama-sama.
Sedekah Bedusun bukan sekadar acara berbagi atau berkumpul doa. Ini adalah jiwa Desa Sukaraja yang membuat kearifan lokal tetap hidup meskipun zaman bergulir. Di sinilah tetangga bertukar cerita, keluarga besar desa semakin erat, dan semangat gotong royong yang sudah ada sejak dulu jadi lebih hangat dari sebelumnya.
Kemeriahan pun semakin meriah dengan tarian dan musik khas daerah! Tari Tangguk,sebuah seni tari yang hanya bisa dilihat di Desa Sukaraja yang diperagakan dengan gerakan lincah dan ekspresi penuh makna, membuat semua hadirin terpukau tak berkedip. Sementara itu, irama marawis yang merdu mengalir di udara, menyatu dengan suara tawa dan salam sanjung antar warga.
“Sedekah Bedusun bukan cuma tradisi yang kita lestarikan,ini adalah cermin hati warga yang selalu siap berbagi dan bersyukur!” ucap Iwan Tuaji dengan semangat yang menular. Ia juga langsung mencanangkan bahwa Graha Embung yang baru resmi dibuka akan menjadi “rumah bersama untuk semua lapisan masyarakat” juga tempat berkumpul beraktivitas, merencanakan program desa, dan bekerja sama untuk kesejahteraan yang lebih baik.
Kepala Desa Sukaraja, Ali Padila, bahkan tidak bisa menahan air matanya karena rasa bangga yang luar biasa. “Kita bahagia sekali! Lihat saja, semua orang datang dengan senang hati. Sedekah Bedusun adalah simbol kita yang tidak pernah pudar, dan Graha Embung ini adalah anugerah besar yang akan membawa Desa Sukaraja semakin maju!” katanya sambil mengusap mata yang sedikit merah.
Momen ini membuktikan satu hal yang jelas yaitu ketika pemerintah dan masyarakat berjalan seiring dengan tujuan yang sama, pelestarian budaya, ikatan persaudaraan, dan pembangunan desa akan tumbuh subur membawa Desa Sukaraja menuju hari esok yang lebih rukun, makmur, dan penuh tawa.



0 komentar: