PENUKAL, PALI – Tak peduli kabar pengurangan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD), semangat membangun Desa Babat tetap membara! Bukti nyatanya, Kantor Desa Babat dipadati berbagai unsur masyarakat pada Senin (29/12/2025) untuk menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes)sekaligus menetapkan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) 2026 dan menyusun usulan RKPD 2027.
Acara yang menjadi tonggak strategis untuk arah pembangunan desa ke depan dihadiri langsung oleh Kepala Desa Babat Ari Meidiansyah, perwakilan Pemerintah Kecamatan Penukal, Polsek Penukal Abab, BPD Desa Babat, perangkat desa, dan tokoh masyarakat setempat. Semua berkumpul untuk memastikan setiap rupiah anggaran yang ada bisa dimanfaatkan secara maksimal.
Dalam temu media, Ari Meidiansyah menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak akan membuat Pemdes Babat mundur. “Kami tetap optimis! Meski dana dikurangi, kami akan fokus pada perencanaan yang matang, tepat sasaran, dan jelas berpihak pada kebutuhan warga,” ujarnya dengan penuh semangat.
RKPDes 2026 sendiri tidak dibuat sembarangan,semua program didasarkan pada aspirasi masyarakat yang dikumpulkan melalui musyawarah dusun dan forum desa. Prioritasnya jelas: pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan penguatan kelembagaan desa.
“Musrenbangdes ini bukan cuma acara resmi belaka, tapi ruang dimana kita semua sepakat: apa yang benar-benar dibutuhkan Desa Babat. Setiap usulan kami seleksi dengan cermat agar manfaatnya sampai ke akar rumput,” tambahnya.
Ari juga menekankan bahwa sinergi adalah kunci keberhasilan. “Kami butuh dukungan semua pihak dari pemerintah, aparat keamanan, hingga masyarakat sendiri,agar program yang direncanakan bisa berjalan lancar, efektif, dan transparan. Semoga RKPDes 2026 dan usulan RKPD 2027 bisa terealisasi dengan baik!” pungkasnya.
Dengan semangat yang tak padam itu, Pemdes Babat menunjukkan tekad untuk terus maju dan membangun desa yang berkelanjutan serta berkeadilan, meskipun harus berjuang dengan tantangan keterbatasan anggaran.

0 komentar: