Realitaterkini.com๐๐
Banyuasin II — Kunjungan dan Dialog Bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago ke Kampung Nelayan Merah Putih, Desa Sungsang IV Kecamatan Banyuasin II diterima langsung oleh Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, SH., MH bersama dengan Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, Kamis (7/5/2026).
Sebelum dialog berlangsung, Askolani memaparkan kepada Menko Polkam bahwa Kabupaten Banyuasin memiliki potensi sumber daya perikanan yang sangat besar, dengan luas wilayah mencapai 12.551,15 km² dan wilayah perairan laut seluas 1.565,97 km². Berdasarkan data statistik, jumlah nelayan di Kabupaten Banyuasin mencapai sekitar 17.365 orang.
Askolani juga melaporkan bahwa pada tahun 2025, produksi hasil tangkapan laut mencapai 49.410,543 ton, serta 13.985,078 ton dari perairan umum daratan. Angka ini menunjukkan bahwa sektor perikanan merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Banyuasin.
“Oleh karena itu, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Sungsang IV ini merupakan langkah strategis dalam mendorong transformasi kawasan nelayan menjadi lebih maju, modern, dan berdaya saing,” jelasnya.
Askolani menambahkan di tahun 2026, Banyuasin kembali mengajukan 3 (tiga) Kampung Nelayan Merah Putih.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang mengungkapkan bahwa Kampung Nelayan Merah Putih Sungsang IV Banyuasin merupakan Kampung Nelayan pertama yang dibangun di Provinsi Sumatera Selatan.
Kampung Nelayan ini juga merupakan program prioritas Presiden RI, Prabowo Subianto yang bertujuan untuk mendukung kesejahteraan dan meningkatkan produktivitas nelayan di Sungsang IV, Kabupaten Banyuasin.
Sedangkan Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Ekonomi, Sosial dan Budaya, Trian Yunanda, S.Pi, M.SC mengungkapkan bahwa Kampung Nelayan Sungsang akan mendapatkan bantuan dari Presiden RI mengingat tingginya jumlah nelayan dan hasil tangkap ikan yang ada di Sungsang, Banyuasin II, Banyuasin.
Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan bahwa semua program ASTA CITA Presiden RI ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat. Program Kampung Nelayan Merah Putih ini, merupakan program nasional yang menjadi perhatian khusus Bapak Presiden.
“Pekerjaan besar ini bukan hanya pekerjaan pemerintah pusat saja, namun juga melibatkan pemerintah daerah. Pekerjaan ini tidak akan berjalan kalau tidak dilakukan bersama-sama,” jelasnya.
“Kampung nelayan Sungsang ini merupakan kampung kedua saya kunjungi setelah kampung nelayan di Papua Barat Daya. Kedatangan saya ini untuk mendengar permasalahan dan kendala yang ada agar bisa dicarikan solusinya bersama,” papar Chaniago.
Dalam dialog ini didapatkan beberapa permasalahan nelayan sungsang berupa kesulitan air bersih untuk mengelola pabrik es, SPBU Nelayan, kesulitan untuk permodalan, dan akses jalan jembatan yang dilalui.
Terkait air bersih dan SPBU Nelayan, Djamari Chaniago menegaskan akan segera mengeksekusi permasalahan yang ada dan berpesan agar apa yang telah dibangun untuk dijaga, dipelihara agar dapat terus memberi manfaat kepada semua.
Permasalahan permodalan, Wagub Sumsel akan segera mendiskusikannya bersama Gubernur dan Bank yang akan memberikan bantuan. Begitu juga jembatan, Bupati Banyuasin Askolani menyatakan akan segera dibangun dan untuk akses jalan akan dieksekusi oleh Kementerian sesuai dengan pesan Pak Menteri.
Dalam kesempatan ini, Bupati Banyuasin turut didampingi oleh Asisten II Setda Banyuasin, Ir. Alpian Soleh, MM, Asisten III Setda Banyuasin, Ir. Zakirin, SP., MM., CGCAE, Plt. Kadis Perikanan Banyuasin, Rina Kurniaty, SE, Kadis PUPR Banyuasin, Ir. H. Mohd. Riyan A. S, ST., MM., IPM., ASEAN.Eng, Kadis Koperindag Banyuasin, Adam Ibrahim, SE., MM dan Plt. Kadis Kominfo Banyuasin, Hj. Ida Bahagia, SH., MM.
*Man*

0 komentar: