PALI, Selasa (27/1/2026) – Kepolisian Sektor (Polsek) Penukal Utara, Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), menunjukkan kesiapsiagaan maksimal dalam menghadapi potensi bencana banjir dengan melakukan monitoring menyeluruh terhadap lima desa yang masuk kategori rawan banjir di Kecamatan Penukal Utara pada pagi hari ini. Kegiatan yang dilakukan sejak pukul 08.00 WIB merupakan bentuk antisipasi menyusul peningkatan intensitas curah hujan beberapa hari terakhir.
Plh Kapolsek Penukal Utara, IPDA Ahmad Kurdi Pratama, S.Sos., M.Si, menjelaskan bahwa monitoring difokuskan pada empat desa di kawasan Tempirai Raya (Desa Tempirai Induk, Tempirai Utara, Tempirai Selatan, Tempirai Timur) yang berada di sekitar Danau Padang Tempirai, serta Desa Lubuk Tampui di bantaran Sungai Deras. Meskipun hasil pengecekan menunjukkan kondisi debit air kini berangsur surut dan belum ada desa yang terdampak banjir, pihak kepolisan tetap menjaga kesiapan penuh untuk merespons setiap kemungkinan.
“Wilayah Tempirai Raya berada di dataran rendah dengan rawa-rawa dan terhubung dengan Sungai Musi serta Sungai Penukal, sedangkan Desa Lubuk Tampui berpotensi terkena luapan Sungai Deras. Oleh karena itu, kami tidak pernah mengendurkan kewaspadaan dan terus melakukan pemantauan berkala sesuai arahan Kapolres PALI,” ujar IPDA Ahmad Kurdi.
Dilaksanakan oleh personel Bhabinkamtibmas yang memiliki pemahaman mendalam tentang kondisi lokal, kegiatan monitoring selesai sekitar pukul 09.00 WIB dalam situasi aman dan kondusif. IPDA Ahmad Kurdi juga menyampaikan arahan dari Kapolres PALI AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait yang menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dan kesiapan tanggap cepat terhadap cuaca ekstrem.
“Kapolres menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus dilakukan sejak dini, dan kami telah siap bekerja sama dengan BPBD Kabupaten PALI, TNI, serta pemerintah daerah untuk meminimalisir dampak jika terjadi banjir,” jelasnya.
Pihak kepolisian mengimbau seluruh warga yang tinggal di kawasan Tempirai Raya dan Desa Lubuk Tampui untuk tetap waspada terhadap perkembangan cuaca dan kondisi air di sekitar lingkungan. Selalu pantau informasi resmi dari BPBD maupun aparat setempat, siapkan perlengkapan darurat seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan jika diperlukan. Juga segera laporkan setiap tanda-tanda potensi bahaya seperti kenaikan cepat debit air atau genangan yang mengancam kepada Bhabinkamtibmas atau pos polisi terdekat.
“Sinergitas antara aparat dan masyarakat adalah kunci utama dalam melindungi keselamatan kita bersama. Mari kita tetap siaga dan saling mengingatkan agar dampak bencana dapat dihindari atau diminimalkan,” pungkas IPDA Ahmad Kurdi.

0 komentar: