PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR (PALI) – Menghadapi lonjakan curah hujan yang berpotensi memicu banjir, Polsek Penukal Utara Polres PALI menggelar kegiatan pemantauan debit air di wilayah rawan bencana pada Minggu (11/1/2026) sejak pukul 09.00 WIB. Tindakan ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini untuk menjaga keselamatan masyarakat.
Kegiatan yang diperintahkan langsung oleh Kapolsek Penukal Utara IPTU Budi Anhar, S.H., M.Si, mengirimkan personel untuk mengecek kondisi langsung di Kecamatan Penukal Utara – wilayah yang secara geografis memiliki risiko banjir cukup tinggi.
Hasil pantauan menunjukkan bahwa ada lima desa yang masuk dalam kategori rawan banjir, yaitu empat desa di kawasan Tempirai Raya yang berdekatan dengan Danau Padang Tempirai (Desa Tempirai Induk, Tempirai Utara, Tempirai Selatan, Tempirai Timur) serta Desa Lubuk Tampui yang berada di pinggiran Sungai Deras.
IPTU Budi Anhar menjelaskan bahwa permukaan air Danau Padang Tempirai saat ini menunjukkan peningkatan dan mulai mendekati area pemukiman warga. Namun, hingga saat ini belum ada laporan rumah yang tergenang atau kerusakan apapun.
“Debit air memang naik akibat curah hujan yang cukup tinggi, tapi kondisi masih terkendali dengan baik. Tidak ada korban jiwa atau kerugian materiil, dan secara keseluruhan situasi tetap aman serta kondusif,” ungkapnya.
Pemantauan dilakukan oleh tim personel Polsek Penukal Utara yang terdiri dari AIPDA Fitriawan, BRIGPOL Riko Karnando, dan BRIPTU Irsan sebagai Bhabinkamtibmas, dengan kegiatan selesai sekitar pukul 09.30 WIB.
Sementara itu, Kapolres PALI AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, S.H., S.I.K., M.I.K., melalui Kapolsek Penukal Utara, menegaskan bahwa seluruh jajaran Polres PALI terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam, terutama banjir.
“Peran Polri adalah memastikan keselamatan setiap warga masyarakat. Kami telah menginstruksikan semua pihak untuk melakukan pemantauan berkala, mendeteksi dini potensi bahaya, dan melaporkan setiap perkembangan dengan cepat. Sinergi erat dengan pemerintah daerah dan instansi terkait menjadi kunci untuk meminimalkan risiko dan dampak yang mungkin terjadi,” tegas Kapolres PALI.
AKBP Yunar juga mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir untuk tetap waspada, selalu mengikuti informasi terbaru dari pihak berwenang, dan segera melapor jika menemukan tanda-tanda peningkatan debit air yang membahayakan.
Sebagai langkah antisipatif, Polsek Penukal Utara menyarankan agar BPBD Kabupaten PALI bersama pemerintah terkait segera mendirikan posko siaga banjir, guna mempercepat tanggapan jika terjadi keadaan darurat.
“Kami akan terus melakukan pemantauan berkelanjutan dan menjaga koordinasi erat dengan semua pihak terkait, demi keamanan dan keselamatan masyarakat di seluruh wilayah hukum Polres PALI,” pungkas IPTU Budi Anhar.

0 komentar: