Realitaterkini.com๐๐
Tanjung Lago — Pemerintah Kabupaten Banyuasin terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pemanfaatan inovasi teknologi pemadam kebakaran. Hal ini ditandai dengan kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI ke Kabupaten Banyuasin dalam rangka menyaksikan uji coba cairan pemadam Realiza Antichamas di Posko Tanjung Lago, PT Banyuasin Indah Lestari (BIL) Palembang, Jumat (9/10).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mencari solusi penanganan karhutla yang lebih efektif, khususnya pada kawasan lahan gambut yang memiliki karakteristik mudah terbakar dan membutuhkan penanganan khusus. Uji coba tersebut juga diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam penerapan teknologi pemadaman yang mendukung upaya pengendalian karhutla di Sumatera Selatan maupun daerah lainnya.
Realiza Antichamas merupakan inovasi cairan pemadam kebakaran berbasis organomineral yang dapat terurai secara alami (biodegradable), diproduksi oleh perusahaan teknologi asal Brasil, RealizaTech. Produk ini diuji coba untuk melihat efektivitasnya dalam memadamkan api serta menjaga kelembapan tanah guna membantu mencegah munculnya kembali titik api, terutama di wilayah lahan gambut.
Dalam kegiatan tersebut, Menko Polkam RI Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., diwakili oleh Asisten Deputi Koordinasi Kekuatan, Kemampuan, dan Kerja Sama Pertahanan, Brigjen TNI (Mar) Kresno Pratowo. Turut hadir Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M., Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang, S.H., Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, S.H., M.H., jajaran Perangkat Daerah dan Forkopimda Provinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten Banyuasin, serta pihak terkait lainnya.
Dalam arahannya, Brigjen TNI (Mar) Kresno Pratowo menyampaikan harapan agar inovasi tersebut tidak hanya dipandang sebagai produk komersial, tetapi juga menjadi bagian dari solusi konkret dalam penanganan karhutla. Menurutnya, keberhasilan uji coba perlu ditindaklanjuti melalui evaluasi dan penerapan yang terukur agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
“Besar harapan kita semua, ini bukan semata-mata produk komersial, melainkan bukti nyata upaya komprehensif kita dalam menangani karhutla. Ke depannya, teknologi ini diharapkan dapat diterapkan tidak hanya di Sumatera Selatan, tetapi juga di daerah-daerah lainnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M., berdasarkan hasil pengamatan saat uji coba, menyampaikan bahwa cairan Realiza Antichamas menunjukkan potensi dalam membantu proses pemadaman api. Ia menilai, kondisi tanah setelah penyemprotan tampak lebih lembap dibandingkan dengan penggunaan air biasa.
“Tanah yang terkena cairan ini terlihat lebih lembap dibandingkan dengan penggunaan air biasa. Berdasarkan pengamatan saat uji coba, kelembapan tanah masih bertahan selama beberapa waktu, bahkan diperkirakan dapat mencapai dua hingga tiga hari,” jelas Herman Deru.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, S.H., M.H., menyampaikan bahwa penanganan karhutla di Kabupaten Banyuasin membutuhkan sinergi lintas sektor, mengingat karakteristik wilayah yang memiliki kawasan lahan gambut dan rentan terhadap kebakaran. Ia menyebutkan, berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar ribuan hektare.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk menangani karhutla di Kabupaten Banyuasin. Kami juga telah melihat langsung perbandingan penggunaan cairan ini dengan air biasa dalam uji coba pemadaman. Inovasi ini memiliki potensi untuk diterapkan pada lahan gambut di Banyuasin, dengan tetap memperhatikan hasil evaluasi dan efektivitasnya di lapangan,” ujar Askolani.
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Banyuasin berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla. Melalui sinergi tersebut, diharapkan penanganan kebakaran dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan terpadu, sekaligus meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat.
*Man*

0 komentar: