Senin, 17 Agustus 2026

Warga Suak Tapeh Ditemukan Meninggal di Kebun Karet,Polisi Lakukan Pemeriksaan TKP


 Realita terkini.com๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

Banyuasin – Warga Dusun Tanjung Menara, Kecamatan Suak Tapeh, Kabupaten Banyuasin, dikejutkan dengan penemuan seorang pria berusia 51 tahun yang meninggal dunia di kebun karet miliknya, Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

Korban diketahui bernama D (51), seorang petani/pekebun yang berdomisili di Dusun Tanjung Menara, Kecamatan Suak Tapeh, Kabupaten Banyuasin.

Korban pertama kali ditemukan oleh anggota keluarganya, E (47) dan A (18), dalam posisi tengkurap di area kebun karet milik korban.

Mendapat informasi tersebut, personel Polsek Betung bersama Unit Identifikasi Polres Banyuasin mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan dan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, ditemukan sejumlah luka pada tubuh korban, di antaranya luka pada bagian pergelangan tangan kanan, luka pada bagian bawah bibir sebelah kanan, serta luka memar pada bagian bawah kaki kanan.

Petugas kemudian melakukan olah TKP dan mendokumentasikan kondisi lokasi serta korban. Jenazah selanjutnya dibawa ke RSUD Banyuasin untuk dilakukan pemeriksaan medis.

Kapolsek Betung menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur, termasuk mendatangi TKP, melakukan olah TKP, dokumentasi serta berkoordinasi dengan tenaga medis.

“Kami telah melakukan penanganan di lokasi dan berkoordinasi dengan Unit Identifikasi serta tenaga medis. Untuk penyebab pasti meninggalnya korban, masih diperlukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kapolsek Betung.

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap kejadian tersebut untuk memastikan rangkaian peristiwa dan penyebab meninggalnya korban.

Selama proses penanganan di lokasi, situasi di wilayah tersebut berjalan aman dan kondusif.



*MAN*

Senin, 13 Juli 2026

Polsek Banyuasin III Tangani Penemuan Warga Meninggal Dunia di Kedondong Raye


 Realitaterkini.com๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

Banyuasin – Personel Polsek Banyuasin III bersama Tim Identifikasi (Inafis) dan Unit Reskrim Polres Banyuasin bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait penemuan seorang warga yang meninggal dunia di sebuah rumah di Kelurahan Kedondong Raye, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 17.30 WIB di sebuah rumah yang berlokasi di Lorong Lebak Rumbai, RT 17 RW 04, Kelurahan Kedondong Raye, Kecamatan Banyuasin III.

Korban diketahui berinisial H.S. (33). Berdasarkan keterangan saksi, korban pertama kali ditemukan oleh istrinya, K.J. (31), setelah tidak memberikan respons dari dalam kamar mandi. Setelah pintu kamar mandi dibuka secara paksa, korban ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia. Selanjutnya, korban dibawa ke Rumah Sakit Daerah Banyuasin untuk dilakukan pemeriksaan awal sebelum dipulangkan ke rumah duka.

Menerima laporan tersebut, personel Polsek Banyuasin III bersama Tim Inafis dan Unit Reskrim Polres Banyuasin segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan para saksi, serta melaksanakan langkah-langkah penyelidikan sesuai prosedur.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban sebelumnya diketahui telah berhenti bekerja sebagai sopir beberapa hari sebelum kejadian. Dugaan mengenai penyebab peristiwa tersebut masih didalami oleh pihak kepolisian berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan para saksi.

Petugas juga telah memberikan penjelasan kepada keluarga mengenai pentingnya pelaksanaan autopsi untuk kepentingan penyelidikan. Namun, pihak keluarga menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi dan membuat surat pernyataan penolakan secara tertulis.

Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino, S.I.K., M.Si., melalui Kasi Humas Polres Banyuasin IPTU Abu Bakar, S.H., menyampaikan bahwa setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti secara cepat, profesional, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Personel Polsek Banyuasin III bersama Tim Inafis dan Unit Reskrim telah melaksanakan olah TKP, meminta keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan pihak keluarga dan tenaga medis. Kepolisian juga telah memberikan penjelasan mengenai prosedur autopsi, namun keputusan tersebut merupakan hak keluarga yang dalam hal ini telah menyampaikan penolakan secara tertulis,” ujar IPTU Abu Bakar.

Ia menambahkan, Polres Banyuasin mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan setiap kejadian yang memerlukan penanganan kepolisian agar dapat ditindaklanjuti secara cepat dan profesional.

Selama proses penanganan di lokasi, situasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Proses penyelidikan administrasi atas peristiwa tersebut tetap dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku.



*Man*

Minggu, 12 Juli 2026

Polsek Betung Lakukan Olah TKP Penemuan Warga Meninggal Dunia di Kelurahan Rimba Asam


Realitaterkini.com๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

Banyuasin – Personel Polsek Betung bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait penemuan seorang warga yang meninggal dunia di sebuah rumah di Dusun Meranjat, Kelurahan Rimba Asam, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin.

Peristiwa tersebut diketahui pada Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 17.40 WIB.

Korban diketahui berinisial E (60), seorang petani yang berdomisili di Dusun Meranjat, Kelurahan Rimba Asam, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin.

Berdasarkan keterangan saksi, korban pertama kali ditemukan oleh pihak keluarga setelah tidak ada respons dari dalam rumah. Karena pintu rumah dalam keadaan terkunci dari dalam, keluarga kemudian mendobrak pintu untuk memastikan kondisi korban. Setelah berhasil masuk, korban ditemukan telah meninggal dunia.

personel Polsek Betung segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan lokasi, mendokumentasikan kondisi TKP, serta berkoordinasi dengan petugas kesehatan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dari pihak Puskesmas, korban diduga meninggal dunia akibat sakit dan tidak ditemukan indikasi awal adanya tindak kekerasan. Pihak keluarga juga menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.

Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino, S.I.K., M.Si., melalui Kasi Humas Polres Banyuasin IPTU Abu Bakar, S.H., mengatakan bahwa setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti secara cepat dan profesional sesuai prosedur yang berlaku.

“Personel Polsek Betung telah melakukan langkah-langkah kepolisian berupa mendatangi lokasi, melaksanakan olah TKP, berkoordinasi dengan tenaga kesehatan, serta melakukan pendataan dan dokumentasi. Berdasarkan pemeriksaan awal petugas medis, tidak ditemukan indikasi awal adanya tindak kekerasan, sementara pihak keluarga telah menyatakan penolakan terhadap pelaksanaan autopsi,” ujar IPTU Abu Bakar.

Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan peristiwa serupa sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan sesuai prosedur.

Selama proses penanganan di lokasi, situasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Polres Banyuasin memastikan akan terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam setiap penanganan kejadian di wilayah hukumnya.



*Man*

Jumat, 15 Mei 2026

Mayat Mr. X Ditemukan Mengapung di Sungai Musi


 Realitaterkini.com๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

Banyuasin - Sesosok mayat laki-laki yang belum diketahui identitasnya (Mr. X) ditemukan mengapung di perairan Sungai Musi, tepatnya di Dermaga PT Asrigita Prasarana, Dusun 2 Desa Merah Mata Kecamatan Banyuasin 1 Kabupaten Banyuasin, Jumat (15/5) sekitar pukul 06.30 WIB.

Kapolres Banyuasin melalui Kapolsek Banyuasin I IPTU Ahmad Iqbal, S.H., M.H. mengatakan kejadian ini pertama kali diketahui oleh Kemal (34) yang merupakan sopir ketek setempat.

"Pada saat itu, saksi Kemal hendak mengantar anaknya ke sekolah menggunakan ketek yang melintasi perairan Sungai Musi. Saksi melihat adanya sesosok mayat dalam kondisi terlentang dan mengapung di atas air," ujar IPTU Ahmad Iqbal.

Melihat hal tersebut, Kemal kemudian memberitahukan kejadian itu kepada Abdul Ghaib (57) yang sedang berjaga di Pos 2 Dermaga PT Asrigita Prasarana. Selanjutnya Abdul Ghaib menuju ke lokasi kejadian dan memastikan bahwa benda yang mengapung tersebut adalah mayat manusia.

terkejutnya Abdul Ghaib, ketika mendapati korban dalam kondisi sudah mulai membusuk dengan posisi terlentang mengapung di antara tanaman eceng gondok, sekitar 7 meter dari dermaga.

Kemudian Abdul Ghaib melaporkan kejadian tersebut kepada Wakil Koordinator Security melalui telepon. Petugas Polsek Banyuasin I bersama Dit Polairud Polda Sumsel dan tim Basarnas pun langsung menuju lokasi.

Dari pemeriksaan awal di lokasi, korban saat ditemukan masih mengenakan celana dalam berwarna cokelat dan kemeja motif kotak-kotak warna putih hitam dengan kondisi tubuh sudah dalam keadaan membusuk.

"Korban belum diketahui identitasnya. Saat ini mayat Mr. X sedang dievakuasi oleh tim Basarnas menggunakan speed boat untuk dibawa ke RS Bhayangkara guna dilakukan pemeriksaan medis," ujar iptu ahmad iqbal

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kematian dan upaya pengungkapan identitas korban.



*Man*